23 Kota Siap Operasikan Bus Rapid Transit

Ada beberapa kota yang diprediksi tidak optimal dalam pengoperasian BRT lantaran terkendala subsidi tarif dari pemerintah daerah.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 25 September 2018 18:45 WIB
Bus Rapid Trans Mataram - Bisnis.com/Eka Chandra Septarini

Bisnis.com, JAKARTA — Proyek bus rapid transit (BRT) siap dioperasikan di 23 kota di Indonesia. Akan tetapi, beberapa kota diprediksi tidak optimal lantaran terkendala subsidi tarif dari pemerintah daerah.

Kepala Subdirektorat Angkutan Orang Kementerian Perhubungan, Syafrin Liputo menyebutkan 23 kota tersebut antara lain Jabodetabek, Aceh, Medan, Denpasar, Makassar, Bandung, Surabaya, Surakarta, Batam, Padang, Palembang, Lampung, Yogyakarta, Mataram, Pekanbaru, Semarang, Sorong, Pontianak, dan Mamuju.

Dari total target yang tertera di Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perhubungan periode 2015-2019, Syafrin mengatakan bahwa 12 provinsi/kota sisanya belum mengoperasikan BRT. “12 lainnya belum mengoperasikan BRT,” kata Syafrin kepada Bisnis, Selasa (25/9).

Dalam hal ini, dia mengatakan ada beberapa kota yang diprediksi tidak optimal dalam pengoperasian BRT lantaran terkendala subsidi tarif dari pemerintah daerah. “Tarifnya beda-beda setiap kota, tergantung pemerintah setempat” jelasnya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan BRT ini merupakan salah satu proyek yang tertera dalam Renstra Kementerian Perhubungan 2015-2019 khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Selain membangun sarana proyek BRT, Kemenhub juga menyediakan prasarana berupa 340 halte bus di provinsi/kota tersebut.

Terkait pendanaan, Syafrin mengatakan bahwa proyek tersebut sepenuhnya dibiayai oleh anggaran negara tanpa melibatkan pihak ketiga. “Pengadaan busnya selain di Jabodetabek, seluruhnya dari Kementerian Perhubungan.”

Tag : kemenhub
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top