Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hingga 2018, Pembangunan BRT Baru Direalisasikan di 26 Kota

Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) periode 2015-2019 menargetkan membangun Bus Rapid Transit (BRT) di 34 kota besar.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 24 September 2018  |  15:23 WIB
Hingga 2018, Pembangunan BRT Baru Direalisasikan di 26 Kota
Bus Rapid Transit - Miovision.com

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) periode 2015-2019 menargetkan membangun Bus Rapid Transit (BRT) di 34 kota besar.

Kepala Subdirektorat Angkutan Orang Kemenhub Syafrin Liputo mengatakan sampai 2018, proyek BRT tengah dibangun di 26 kota. Namun, beberapa dari proyek tersebut diprediksi tidak akan optimal karena terkendala subsidi angkutan perkotaan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

“Untuk BRT, memang targetnya di 34 kota, kemudian saat ini sudah dibangun di 26 kota. Tetapi, memang beberapa ada yang tidak bisa optimal karena begitu beroperasi, terkendala dengan subsidi yang diberikan Pemda untuk angkutan perkotaan, yang berbeda di tiap kota,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (24/9/2018).

Dalam Renstra Kemenhub 2015-2019, tercatat bahwa Kemenhub akan membangun 3.170 unit sarana BRT di 34 kota besar.

Kota-kota tersebut di antaranya  Medan, Pekanbaru, Batam, Padang, Palembang, Bandung, Jakarta, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Solo, Pontianak, Samarinda, Balikpapan, Makassar, Gorontalo, dan Ambon.

Pembangunan sarana BRT itu juga nantinya akan dilengkapi dengan pembangunan 340 halte di 34 kota tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Bus Rapid Transit
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top