Asian Games 2018 Ubah Sentimen Pasar Terhadap Indonesia

Konsultan properti menilai Asian Games 2018 hanya memberi sentimen positif terhadap investor tapi tidak memberi dampak besar bagi properti di Indonesia.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 30 Agustus 2018 07:15 WIB
Suasana di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (26/2/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Konsultan properti menilai Asian Games 2018 hanya memberi sentimen positif terhadap investor tapi tidak memberi dampak besar bagi properti di Indonesia.
 
Kepala Departemen Riset Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan total investasi dari pemerintah untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 memberikan dampak jangka pendek yang signifikan hanya untuk sektor perhotelan. Dia meragukan dampak ajang olahraga terbesar Asia ini terhadap industri properti di Indonesia secara keseluruhan.
 
“Untuk short term ini, direct impact hanya ke hotel yang berada di sekitar area penyelenggara. Okupansi bisa mencapai 90%-100%,” ujar Anton dalam Media Briefing Savills Indonesia, Rabu (29/8/2018).
 
Dia menyebut kondisi ini dipicu oleh situasi properti di Indonesia yang juga belum terlalu menguntungkan. Sejak awal perencanaan Asian Games 2018, pemerintah dinilai hanya ingin mengubah sentimen internasional atas Indonesia.

Savills Indonesia memandang saat ini tidak ada keperluan untuk membangun terlalu agresif untuk properti Asian Games 2018. Pemerintah hanya bertujuan menunjukkan bahwa Indonesia masih bisa menyelenggarakan kegiatan besar dengan suasana kondusif dan menggelontorkan investasi murah dengan nilai sekitar Rp45 triliun.
 
“Ini dampak yang sangat bervariasi, khususnya untuk real estat, tolok ukurnya dilihat dari motivasi pemerintah yang merencanakan. Sepertinya dampak yang tidak langsung ini akan lebih besar. Sebab, dampak langsung itu sangat terpengaruh dengan kondisi pasar setempat,” jelas Anton.
 
Dia mengambil contoh, banyak negara lain penyelenggara Olimpiade yang menggelontorkan investasi ratusan juta dolar AS lebih besar dibandingkan Indonesia. Sebut saja Olimpiade Montreal pada 1976 yang memakan anggaran sekitar Rp700 triliun.

Sementara itu, program pemanfaatan bangunan pasca kegiatan tidak diberlakukan dengan optimal, sehingga negara mengalami kerugian. Usai Asian Games 2018, pemerintah perlu memastikan pemanfaatan aset dilakukan dengan optimal, baik untuk keperluan memenuhi kebutuhan rumah maupun secara komersial.
 
Salah satu aset Pemerintah Indonesia yang memberi dampak kepada properti adalah pembangunan Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta dan di Palembang. Untuk di Jakarta saja, Wisma Atlet Blok D10 dan Blok C2 memiliki daya tampung total 22.278 orang. 

Salah satu dampak jangka panjang penyelenggaraan Asian Games 2018 adalah semakin mahalnya harga tanah di Kemayoran. Saat ini, harga tanah di kawasan itu diprediksi sekitar Rp20 juta per meter persegi. 

“Seperti di Korea, Sydney, dan di Indonesia berbeda. Karena agendanya memang kita ingin kita tak terlalu membuat legacy yang signifikan secara fisik. Ini lebih membangkitkan kepercayaan investor luar negeri, makanya di luar pembangunan infrastruktur dan bangunan olahraga itu cuma ambil sedikit untuk perumahan dan tidak ada yang khusus satu daerah baru,” papar Anton.

Tag : properti, asian games 2018
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top