Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menteri PUPR: Proyek Tol Dalam Kota Jalan Terus

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan proyek enam ruas tol dalam kota di DKI Jakarta terus berlangsung karena tidak ada permintaan pembatalan dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengusahakan ruas tol tersebut.
Kendaraan terjebak kemacetan di ruas jalan tol dalam kota, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (16/5)./Antara-Rivan Awal Lingga
Kendaraan terjebak kemacetan di ruas jalan tol dalam kota, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (16/5)./Antara-Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan proyek enam ruas tol dalam kota di DKI Jakarta terus berlangsung karena tidak ada permintaan pembatalan dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengusahakan ruas tol tersebut.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan proyek enam ruas tol dalam kota Jakarta sudah diajukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak lama dan kini diusahakan oleh PT Jakarta Toll Development, konsorsium yang sebagian besar sahamnya dimiliki PT Pembangunan Jaya lewat sejumlah entitas.

Bahkan, pada 2014, sudah diteken Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) antara Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR dengan Jakarta Toll Development.

"Saya sudah telepon Pak Frans [Sunito, Direktur Utama Jakarta Toll Development], enggak dibatalin, ya jalan terus. Biasanya kalau mau ada pembatalan kan ditarik, ini tidak ada," jelasnya di sela acara Nonton Bareng Final Piala Dunia 2018 di Jakarta, Minggu (15/7/2018) malam.

Proyek enam ruas tol dalam kota Jakarta mencuat setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pemerintah pusat telah mengambi alih proyek ini melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Anies juga menyebut dirinya tidak akan meneruskan proyek ini sesuai dengan janjinya saat kampanye Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Dalam catatan Bisnis, proyek enam ruas tol dalam kota Jakarta sudah digagas sejak 2010 saat Gubernur DKI Jakarta dijabat Fauzi Bowo. Dua tahun berselang, proyek ini dilelang. Lalu, pada 2013 Gubernur DKI Jakarta saat itu, Joko Widodo, juga sempat menolak melanjutkan proyek ini.

Namun, niat itu urung karena keinginan Jokowi untuk memadukan jalan tol dengan angkutan umum dipenuhi oleh Jakarta Toll Development.

Basuki menekankan pemerintah pusat tidak mengambil alih proyek enam ruas tol dalam kota karena pihak yang mengusahakan proyek ini tidak berubah. Adapun proyek yang masuk dalam daftar PSN sebagaimana tercantum dalam Perpres 58/2017 akan mendapat beberapa kemudahan, antara lain pembebasan lahan.

Untuk diketahui, proyek enam ruas tol dalam kota Jakarta terbagi dalam tiga fase. Pertama, ruas Semanan - Sunter dan Sunter - Pulo Gebang. Kedua, Duri Pulo - Kampung Melayu dan Kemayoran - Kampung Melayu.

Terakhir, menghubungkan Tanah Abang - Ulujami dan Pasar Minggu - Casablanca. Total panjang enam ruas tol tersebut mencapai 69,77 kilometer (km) dengan investasi yang dibutuhkan sebanyak Rp42 triliun.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rivki Maulana
Editor : Annisa Margrit
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper