Tenaga Kerja Indonesia Masih Mendominasi Kawasan Industri Morowali

Jumlah tenaga kerja Indonesia di Kawasan Industri Morowali yang berada di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dilaporkan terus meningkat.
Annisa Sulistyo Rini | 07 Juli 2018 00:37 WIB
Komisi IX DPR mengunjungi fasilitas dapur penyedia makanan untuk karyawan IMIP di Morowali, Jumat (6/7/2018). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah tenaga kerja Indonesia di Kawasan Industri Morowali yang berada di  Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dilaporkan terus meningkat.

Chief Executive Officer (CEO) PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Alexander Barus mengatakan jumlah karyawan lokal yang bekerja di dalam kawasan dan penggajiannya dikoordinasikan langsung oleh perseroan dan perusahaan tenant hingga saat ini berjumlah kurang lebih 24.165 orang.

Pada 9 Maret lalu, jumlah tenaga kerja lokal tercatat 20.000 orang. “Itu belum termasuk dengan ribuan tenaga kerja perusahaan-perusahaan kontraktor rekanan kami, perusahaan-perusahaan supplier, dan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan pelayaran. Jika ditotal jumlahnya bisa mencapai kurang lebih 50.000 orang,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Jumat (6/7/2018).

Sementara mengenai jumlah tenaga kerja asing (RKA) yang bekerja di dalam kawasan PT IMIP, kata Alexander, 2.356 orang.

Terkait dengan perbandingan gaji antara tenaga kerja asing dan tenaga kerja Indonesia, Direktur HRD PT IMIP Zulkifli Arman mengatakan selisihnya hanya sekitar 20% hingga 30%.

"Menurut kami masih wajar karena para TKA itu datang ke sini menggunakan pesawat, begitu pula saat mereka balik ke negaranya,” tutur Zulkifli.

Pada Jumat ini, Komisi IX DPR RI mengunjungi kawasan industri itu. Dalam kunjungan tersebut, selain melihat kegiatan pabrik-pabrik yang beroperasi di dalam kawasan, para anggota Dewan juga diperlihatkan sejumlah fasilitas pendukung kesejahteraan karyawan.

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Effendi yang memimpin rombongan mengatakan, pihaknya mengapresiasi berbagai fasilitas produksi seperti pabrik yang beroperasi di dalam kawasan tersebut. Selain itu, pihaknya juga merespon positif berbagai fasilitas penunjang karyawan.

“Tadi kami sudah melihat langsung fasilitas tempat makan bagi karyawan Indonesia dan karyawan China. Ternyata setelah kami bandingkan tidak ada bedanya sama sekali, yang berbeda cuma menunya saja,” kata Dede.

Selain melihat kawasan pabrik, rombongan Komisi IX DPR RI juga mengunjungi kampus Politeknik Industri Logam Morowali di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi. Di tempat itu, para anggota Dewan mendapat penjelasan bahwa pendirian kampus politeknik tersebut adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja ahli yang diperlukan IMIP.

Di akhir dialog, Dede menyatakan pihaknya telah melihat sendiri berbagai fakta di kawasan IMIP yang selama ini hanya diterima melalui email, media sosial, dan lainnya sebagainya. Menurutnya, dari berbagai informasi itu kurang tepat dengan kondisi di lapangan.

“Tadi kami berdialog dengan beberapa karyawan di pabrik. Salah seorang karyawan bagian crane mengaku setiap bulan menerima gaji antara 7 juta hingga 8 juta, ini luar biasa,” katanya.

Khusus mengenai TKA, tim Komisi IX menyarankan kepada pihak Pemkab Morowali, Pemprov Sulawesi Tengah,dan juga pemerintah pusat untuk segera membentuk unit Satgas Pengawasan Orang Asing di Morowali agar keberadaan TKA baik di IMIP atau di perusahaan lain yang ada di Kabupaten Morowali bisa terpantau dan jika ada masalah bisa segera diselesaikan.

Tag : tenaga kerja asing
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top