Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SCI : Indonesia Perlu Sistem Transportasi Multimoda Terintegrasi

Lembaga riset dan pendidikan, Supply Chain Indonesia, menilai program-program dalam Indonesia Logistics Reform Development Policy Loan (DPL) dari Bank Dunia cukup baik untuk menjawab persoalan-persoalan penting dalam sistem logistik Indonesia.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 05 Juli 2018  |  17:16 WIB
Ilustrasi kegiatan logistik - Reuters/Noah Berger
Ilustrasi kegiatan logistik - Reuters/Noah Berger

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga riset dan pendidikan bidang logistik, Supply Chain Indonesia, menilai program-program dalam Indonesia Logistics Reform Development Policy Loan (DPL) dari Bank Dunia cukup baik untuk menjawab persoalan-persoalan penting dalam sistem logistik Indonesia.

Bank Dunia sebelumnya memberikan suntikan modal bagi Pemerintah Indonesia senilai US$300 juta guna membenahi dan mereformasi sektor logistik untuk mengurangi biaya sekaligus meningkatkan kehandalan logistik maritim.

Dana pinjaman tersebut merupakan yang kedua dalam program Indonesia Logistics Reform Development Policy Loan (DPL) yang pada tahap pertama disetujui pada November 2016.

Adapun fokus utama proyek Logistics DPL kedua ini antara lain memperkuat tata kelola dan operasional pelabuhan, berfokus menumbuhkan lingkungan usaha yang kompetitif bagi penyedia layanan logistik, serta membuat proses perdagangan menjadi lebih efisien dan transparan.

"SCI melihat bahwa program-program dalam Indonesia Logistics Reform Development Policy Loan (DPL) cukup baik untuk menjawab persoalan-persoalan penting dalam sistem logistik Indonesia," kata Chairman SCI Setijadi kepada Bisnis, Kamis (5/6/2018).

Menurut Setijadi, penguatan tata kelola dan operasional pelabuhan, misalnya, merupakan salah satu langkah penting dalam upaya peningkatan efisiensi logistik nasional.

Langkah tersebut dinilai sangat tepat sebagai tindak lanjut pembangunan infrastruktur pelabuhan. Ketersediaan infrastruktur dan fasilitas pelabuhan harus didukung dengan tata kelola dan operasional pelabuhan, serta SDM yang handal untuk mencapai tingkat efisiensi dan produktivitas pelabuhan yang tinggi.

"Fokus utama proyek terhadap pelabuhan cukup tepat karena sekitar 90% perdagangan internasional melalui jalur laut. Namun, bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, yang harus dikembangkan adalah sistem transportasi multimoda secara terintegrasi dengan transportasi laut sebagai backbone," ujarnya.

Setjadi menuturkan, selain kepelabuhanan dan aspek transportasi laut lainnya, perbaikan dan pengembangan harus mencakup aspek-aspek semua moda transportasi dengan memperhatikan pergerakan barang secara end-to-end.

Dia juga mengatakan program menumbuhkan lingkungan usaha yang kompetitif bagi penyedia layanan logistik dinilainya juga sangat penting.

Pada saat ini, kata dia, lingkungan usaha dalam beberapa bidang belum cukup kompetitif. Misalnya, dalam beberapa sektor masih terjadi masalah posisi dominan.

Sementara terkait upaya peningkatan efisiensi dan transparansi proses perdagangan juga sangat diperlukan. Berdasarkan analisis SCI, harga barang yang mahal disebabkan bukan hanya oleh proses logistik yang belum efisien, namun juga karena masalah tata niaga dalam saluran distribusi.

"Saluran distribusi beberapa komoditas terlalu panjang dengan pembagian margin keuntungan masing-masing pelaku yang tidak transparan dan tidak proporsional," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi supply chain
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top