Simpang Susun Cikupa Diklaim Dongkrak Ekonomi Kab. Tangerang

Pemerintah Kabupaten Tangerang bersinergi dengan swasta membangun Simpang Susun Cikupa untuk meningkatkan daya tarik kabupaten ini sebagai pusat kegiatan dan pertumbuhan ekonomi baru. Pembangunan Simpang Susun tersebut ditargetkan rampung pada 2020.
Thomas Mola | 02 Juli 2018 12:41 WIB
Ilustrasi - Tol Tangerang-Merak - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Tangerang bersinergi dengan swasta membangun Simpang Susun Cikupa untuk meningkatkan daya tarik kabupaten ini sebagai pusat kegiatan dan pertumbuhan ekonomi baru. Pembangunan Simpang Susun tersebut ditargetkan rampung pada 2020.

Pada pekan lalu, Penjabat Bupati Kabupaten Tangerang Komaruddin telah melakukan groundbreaking pembangunan Simpang Susun Cikupa. Selaku perwakilan Pemda Tangerang, tuturnya, saat pertama mendengar pihak swasta ingin melakukan pembagunan ini, pihaknya sangat mendukung.

“Pembangunan ini jelas manfaatnya untuk masa depan Tangerang sebagai wilayah yang semakin bangkit baik secara ekonomi maupun sosial,” ucapnya dalam keterangan pers yang diterima, Senin (2/7/2018).

Komaruddin menjelaskan, pembangunan infrastruktur wilayah Tangerang sejalan dengan salah satu visi pemerintah untuk terus mendorong pembangunan ekonomi di berbagai daerah dengan tujuan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru secara merata di berbagai daerah terutama Tangerang.

Pembangunan Simpang Susun Cikupa ini, sambung Plt. Komaruddin, juga sejalan dengan salah satu program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diarahkan untuk menciptakan pemerataan hasil pembangunan sebagai upaya mengurangi kesenjangan antarwilayah.

Dari sisi konektivitas, pada 2019, Kementerian PUPR menargetkan pembangunan jalan mencapai 1.120 km, pembangunan jembatan mencapai 10.029 meter, pembangunan flyover/underpass/terowongan mencapai 1.467 meter, serta pembangunan jalan tol mencapai 670 km.

Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan Dan Fasilitasi Jalan Daerah, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto pada kesempatan itu menjelaskan bahwa pengembangan Simpang Susun Cikupa ini dapat menghadirkan titik-titik ekonomi baru.

“Dari pengembangan wilayah ini, kami berharap paling tidak dapat menciptakan aksesibiltas dan konektivitas antara Jakarta, Tangerang dan Merak,” katanya.

Simpang Susun Cikupa yang ditargetkan rampung pada 2020 diharapkan mampu semakin menguatkan posisi Kabupaten Tangerang dalam jaringan jalan tol Jakarta—Tangerang—Merak, tempat kemudahan akses dan pergerakan ekonomi, barang dan jasa akan semakin efisien.

Simpang Susun Cikupa ini juga diklaim akan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi kawasan Tangerang New City–Suvarna Sutera dan komunitas masyarakat sekitar di Kabupaten Tangerang.

Simpang Susun Cikupa diperkuat dengan lokasi strategis karena dikelilingi oleh berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang nantinya mendukung visi Kabupaten Tangerang sebagai poros kekuatan ekonomi baru. Beberapa proyek infrastruktur tersebut adalah jalan tol Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2) dan proyek MRT.

Adapun, nilai investasi pembangunan Simpang Susun Cikupa diperkirakan mencapai Rp500 miliar yang akan dikembangkan bersama-sama oleh PT Alam Sutera Realty Tbk. dan CFLD International.

PT Alam Sutera Realty Tbk. telah dikenal sebagai perusahaan pengembang properti terintegrasi yang fokus pada pembangunan serta pengelolaan perumahan, kawasan komersial, serta pengelolaan pusat perbelanjaan dan area rekreasi (pengembangan kawasan terpadu).

Adapun mitranya, CFLD International adalah grup perusahaan pengembang global, master planner, dan operator konsep kota industri baru berskala besar yang telah ikut berpartisipasi mendirikan kota-kota industri. Saat ini, proyek-proyek CFLD International telah tersebar di 80 daerah di seluruh dunia.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top