Begini Harapan Pengusaha Kimia Terhadap Insentif Fiskal

Peluncuran insentif fiskal untuk industri dengan investasi Rp100 miliar sampai Rp500 miliar harus diikuti dengan insentif lainnya.
Anggara Pernando | 18 Mei 2018 08:33 WIB
Kemasan plastik BOPP. - Ilustrasi/adhtape.com

Bisnis.com, JAKARTA - Peluncuran insentif fiskal untuk industri dengan investasi Rp100 miliar sampai Rp500 miliar harus diikuti dengan insentif lainnya.

Wakil Ketua Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Edi Rivai menuturkan insentif fiskal akan mendorong keyakinan investor akan komitmen Indonesia mendukung tumbuhnya investasi.

"Inaplas sangat mendukung kebijakan tersebut, sehingga mendorong iklim investasi industri yang lebih baik. Apalagi kalau dipertimbangkan masa libur pajaknya diperpanjang," kata Edi kepada Bisnis, Kamis (17/5/2018).

Edi mengharapkan insentif yang diberikan tidak sebatas pelonggaran perpajakan, namun juga dukungan lainnya seperti riset dan pengembangan.

"Perlunya isentif riset dan pengembangan untuk pengembangan produk dan teknologi terkait industri 4.0. Selain itu dibutuhkan insetif kemudahaan mendapatkan bahan baku dan bahan kimia penolong," katanya.

Fajar Budiono, Sekjen Inaplas mengatakan, juga diperlukan dukungan kedutaan besar Indonesia di seluruh dunia untuk menjadi pendorong perdagangan.

"Untuk meningkatkan ekspor perlu pemberdayaan dan pengkayaan tiap-tiap kedutaan Indonesia seluruh dunia guna mempromosikan produk Indonesia," ujar Fajar.

Selain itu, diharapkan Kementerian Perdagangan maupun Kementerian Perindustrian memperbanyak mengikuti pameran internasional yang membawa dan memasarkan produk-produk Indonesia.

Tag : insentif fiskal
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top