Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Beras Perum Bulog 1,14 Juta Ton, Mentan: Kami Simpulkan Stok Aman

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan stok beras, yang dimiliki, Perum Bulog sekarang ini dalam kondisi aman dan mencukupi yakni 1.145.000 ton.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 09 Mei 2018  |  16:24 WIB
Beras di Perum Bulog - Bisnis
Beras di Perum Bulog - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -  Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan stok beras, yang dimiliki, Perum Bulog sekarang ini dalam kondisi aman dan mencukupi yakni sebanyak 1.145.000 ton.

Seusai menghadiri Rapat Koordinasi Serapan Gabah Petani (Sergap) 2018 di Jakarta, Rabu (9/5/2018), Amran mengatakan saat ini serapan beras Bulog dari petani rata-rata sebesar 17.000 ton per hari dan pernah pula mencapai 22.000 ton per hari.

"Untuk melihat kondisi aman, pertama harus kita lihat serapan Perum Bulog dan ternyata stabil dan bahkan cukup tinggi. Kedua, suplai yang masuk di Pasar Induk Beras Cipinang," katanya.

Dari total beras yang dimiliki Perum Bulog sebanyak 1.145.000 tersebut, 678.000 ton di antaranya merupakan beras hasil serapan dalam negeri, 412.000 ton hasil impor dari Vietnam dan Thailand, dan masih ada sisa kurang lebih 50.000 ton beras impor yang belum masuk ke Indonesia.

Amran menambahkan posisi stok beras nasional dalam kondisi aman juga terlihat dari suplai beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, yang mencapai 41.000 ton per hari.

"Kalau standarnya adalah 25.000 ton sampai 30.000 ton, artinya stok beras di Cipinang (sebesar 41.000 ton) jauh di atas standar, sehingga kami simpulkan aman," katanya.

Berdasarkan data situs resmi Food Station, sejak awal Mei 2018 pasokan ke Pasar Induk Beras Cipinang tercatat kurang lebih berada pada posisi 41.000 ton per hari.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pengadaan Perum Bulog Andrianto Wahyu Adi mengatakan bahwa rata-rata serapan yang dilakukan oleh Perum Bulog khususnya pada masa panen raya kurang lebih berkisar pada angka 15.000 - 17.000 ton per hari.

Pengadaan Beras Perum Bulog

Pengadaan

Jumlah (ton)

Waktu

Pengadaan Luar Negeri (impor)

412.395

8 – Mei  – 2018

Realisasi OP CBP

298.199

8 – Mei – 2018

Realisasi pengadaan

678.238

8 – Mei - 2018

Perum Bulog, pada 2018 ditargetkan menyerap gabah atau setara beras sebanyak 2,2 juta ton. Namun, realisasi pengadaan beras atau gabah hingga 8 Mei 2018 sebesar 678.238 ton.

Harga Pembelian Pemerintah

Harga Pembelian Pemerintah

Inpres no. 5 tahun 2015

GKP Tingkat PetaniRp.3.700/kg
GKP Tingkat PenggilinganRp.3.750/kg
GKG Tingkat PenggilinganRp.4.600/kg
GKG di gudang BULOGRp.4.650/kg
Beras di gudang BULOGRp.7.300/kg

"Kalau standarnya adalah 25.000 ton sampai 30.000 ton, artinya stok beras di Cipinang (sebesar 41.000 ton) jauh di atas standar, sehingga kami simpulkan aman," katanya.

Berdasarkan data situs resmi Food Station, sejak awal Mei 2018 pasokan ke Pasar Induk Beras Cipinang tercatat kurang lebih berada pada posisi 41.000 ton per hari.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pengadaan Perum Bulog Andrianto Wahyu Adi mengatakan bahwa rata-rata serapan yang dilakukan oleh Perum Bulog khususnya pada masa panen raya kurang lebih berkisar pada angka 15.000 - 17.000 ton per hari.

Perum Bulog, pada 2018 ditargetkan menyerap gabah atau setara beras sebanyak 2,2 juta ton. Namun, realisasi pengadaan beras atau gabah hingga 8 Mei 2018 sebesar 678.238 ton.

Menurut dia, kondisi panen raya pada 2018 berbeda dengan 2017. "Untuk serapan tergantung pasokan. Panen berbeda dari tahun lalu. Tahun lalu lebih memuncak, tahun ini merata," kata Andrianto.



Sementara itu, berdasarkan laman Food Station pula, harga beras IR-64 I tercatat Rp10.625 per kilogram dan IR-64 II Rp9.600 per kilogram.

Harga tersebut masih di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp9.450 per kilogram di Pulau Jawa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor beras
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top