Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hulu Migas Tak Dapat Tax Holiday, Ini Penjelasannya!

Sektor hulu minyak dan gas bumi tidak memiliki kesempatan mendapat tax holiday saat ini karena sektor tersebut memiliki aturan perpajakan tersendiri.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 23 April 2018  |  17:39 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Sektor hulu minyak dan gas bumi tidak memiliki kesempatan mendapat tax holiday saat ini karena sektor tersebut memiliki aturan perpajakan tersendiri.

Direktur Peraturan Perpajakan II Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Yunirwansyah mengatakan saat ini sektor hulu migas tidak mendapat tax holiday dikarenakan sektor ini memiliki skema perpajakan yang berbeda.

"[Sektor hulu migas ] tidak dapat [tax holiday], karena [skema perpajakan] mereka beda," katanya di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Adapun, pemerintah mempunyai dua skema penggantian biaya yang dikeluarkan oleh kontraktor Satuan Kerja Khusus (SKK) Pelaksana Kegiatan Migas, yakni cost recovery dan gross split.

Cost recovery adalah semua pengeluaran pajak yang dikeluarkan oleh kontraktor akan diganti oleh pemerintah, mulai dari PPh, PPN dan PBB. yang mana dapat diartikan seluruh cost kontraktor diganti oleh pemerintah.

Sementara itu, skema gross split, kontraktor tidak membayar PPN dan PBB karena masih belum menghasilkan, yang berarti juga secara otomatis PPh tidak wajib dibayarkan. "[Untuk saat ini] masih tetap dengan aturan yang ada, nanti kita lihat, tidak tahu kalau nanti ada pembahasan," imbuh Yunirwansyah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tax holiday hulu migas
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top