Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BKPM Setuju Super Deduction Tax 200%

Menurut Lembong, besaran insentif super deduction tax 200% memang menggambarkan kebutuhan pelaku industri domestik. Selain itu, rata-rata negara Asean menerapkan 200% super deduction tax.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 23 April 2018  |  14:09 WIB
BKPM Setuju Super Deduction Tax 200%
Ilustrasi pajak. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendukung Kementerian Perindustrian yang mengusulkan super deduction tax 200%. "Kalau kami ikut Menperin, dan saya rasa 200% itu sudah tepat," kata Kepala BKPM Thomas Lembong.

Menurut Lembong, besaran insentif super deduction tax 200% memang menggambarkan kebutuhan pelaku industri domestik. Selain itu, rata-rata negara Asean menerapkan 200% super deduction tax.

Dia mengatakan dengan insentif yang lebih besar, pelaku usaha domestik dapat lebih tertarik dalam melakukan kegiatan vokasi dan research and developement. "Karena sebenarnya banyak juga investor yang mengeluh [sulitnya menemukan pekerja yang terampil dan sulitnya melakukan R&D]," imbuhnya.

Sebagai informasi, super deduction tax berbeda dengan tax holiday dan tax allowance, di mana perusahaan mendapatkan insentif langsung berupa pemotongan PPh badan.

Sedangkan super deduction tax adalah, pemerintah memberikan wewenang kepada perusahaan dalam menentukan sebuah biaya kegiatan lebih tinggi dari pada seharusnya, sehingga perusahaan dapat menikmati pajak yang lebih rendah dari pada seharusnya.

Contoh, perusahaan A melakukan kegiatan yang mendapat insentif super deduction tax dan tercatat mengeluarkan biaya senilai Rp100 juta. Namun, ketika melaporkan pajaknya perusahaan A diperbolehkan mencantumkan biaya kegiatan tersebut sebesar Rp130 juta, sehingga dengan begitu, pajak yang dibayarkan pun otomatis lebih rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pajak tax holiday
Editor : Fajar Sidik
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top