PWON Alokasikan Belanja Modal Rp2 triliun

PT Pakuwon Jati Tbk mengalokasikan belanja modal senilai Rp2 triliun khusus untuk konstruksi dan pembangunan proyek baru tahun ini. Meskipun tak menampik bahwa permintaan pasar tahun ini nampaknya akan lebih baik.
Anitana Widya Puspa | 13 Maret 2018 18:29 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com,JAKARTA—PT Pakuwon Jati Tbk mengalokasikan belanja modal senilai Rp2 triliun khusus untuk konstruksi dan pembangunan proyek baru tahun ini. Meskipun tak menampik bahwa permintaan pasar tahun ini nampaknya akan lebih baik.

Emiten berkode saham PWON ini selama semester I/2018 hanya berencana meluncurkan satu proyek baru di Surabaya.Direktur Pengembangan Bisnis PWON Ivy Wong menuturkan proyek di Surabaya akan diluncurkan pada April tahun ini. Proyek itu merangkum 370 unit yang akan dijual mulai dari Rp2 miliar.

“Rencana proyek baru high rise di Surabaya dan belum ada rencana mengembangkan proyek baru laiinya. Biar kampanye dulu. Susah diprediksi yang mau terjadi lebih hati-hati,” katanya kepada Bisnis dikutip Selasa (13/3).

Apalagi perusahaan kata dia juga masih memiliki sejumlah proyek residensial eksisting dalam masa konstruksi untuk dijual yakni di Kota Kasablanka, Pakuwon City serta Tunjungan Plaza enam. Sementara itu peluncuran beberapa ruko di lokasi pengembangan residensial eksisting juga tak terlalu besar.

Perusahaan menargetkan nilai penjualan tahun ini senilai Rp2,6 triliun, dengan komposisi 70% proyek apartemen. Target ini masih serupa dengan target dan pencapaian tahun lalu. Sedangkan dari sisi pendapatan, porsi penjualan dan pendapatan berulang diperkirakan masih akan sama konstribusinya masing-masing sebesar 50%.

Perusahaan juga berupaya mengincar kelas menengah dengan meluncurkan beberapa proyek kawasan terpadu, misalnya saja di Pakuwon City dengan harga di bawah Rp1 miliar. Nantinya proyek itu merupakan proyek terbesar Pakuwon dengan lahan seluas total 400 ha. Hingga kini pengembangannya telah dilakukan di atas lahan 200 ha.

Ivy menilai tak ada perbedaan karakteristik yang mendasar antara pasar di Surabaya dan di Jakarta. Sebab keduanya merupakan kota besar dengan daya beli kelas menengah yang tumbuh. Namun beebrapa tahun ini ekspnsi PWON memang dilakukan di kota pahlawan karena ekspansi pusat perbelanjaan yang dilakukan di wilayah itu juga masif.

“tahun lalu konsentrasi ekspansi mall di Surabaya sehingga banyak bangun. Dampaknya dari itu. Target sesuai Jakarta dan Surabaya tetap sama sama kok, termasuk residensial dan recurring kami berkembangnya juga secara bersamaan,”imbunya.

Selain itu Surabaya juga belum banyak kompetitornya. Hanya sejumlah pengembang besar yang tercatat mengembangkan proyek di pusat kota Surabaya selain PWON, yakni Intiland dan Ciputra. Sedangkan proyek Sinar Mas Land Masih Jauh dari Pusat Kota.

Secara keseluruhan PWON masih memiliki cadangan lahan seluas 435 ha yang belum dikembangkan. Proyek pengembangan di Jakarta selatan TB Simatupang dan Daan mogot juga masih menanti pasar.

Tag : pengembang rumah
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top