Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lion Air & Nam Air Tambah Armada

Lion Air berencana melayani rute penerbangan langsung Denpasar-Guangzhou, China, dan sebaliknya pada Juli 2017 dengan menggunakan pesawat terbaru Boeing 737 Max 8.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 04 Juli 2017  |  19:05 WIB
Lion Air & Nam Air Tambah Armada
Pesawat NAM Air - Antara/Budi Candra Setya

Bisnis.com, TANGERANG - Maskapai berbujet hemat Lion Air berencana melayani rute penerbangan langsung Denpasar-Guangzhou, China, dan sebaliknya pada Juli 2017 dengan menggunakan pesawat terbaru Boeing 737 Max 8.

Presiden Direktur Lion Air Grup Edward Sirait mengatakan pembukaan rute Denpasar-Guangzhou merupakan salah satu dari rencana Lion Air untuk mengembangkan konektivitas penerbangan internasional.

“Selain China, kami juga akan menggunakan B737 Max 8 ini ke destinasi-destinasi lainnya, seperti India dan negara-negara lainnya di Asia Selatan,” katanya saat menerima kedatangan B737 Max 8 di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Selasa (4/7/2017).

Sirait optimistis pesawat Boeing terbaru itu akan dapat mendukung Lion Air Grup dalam mengembangkan rute perjalanan ke destinasi yang lebih jauh lagi. Apalagi, konsumsi bahan bakar (avtur) pesawat itu juga diklaim 15% lebih hemat.

Alhasil, tidak menutup kemungkinan tarif penerbangan yang ditawarkan ke para pelanggan akan lebih murah lagi ke depannya. “Saya yakin B737 Max 8 ini akan menjalankan peran penting dalam menghadirkan biaya penerbangan yang terjangkau.”

Untuk diketahui, Lion Air Grup rencananya akan kedatangan pesawat B737 Max 8 sebanyak 218 unit hingga 2025. Hingga saat ini, Lion Air Grup baru menerima kedatangan dua unit B737 Max 8.

Apabila tidak ada aral melintang, Lion Air Grup akan kedatangan B737 Max 8 sebanyak delapan unit hingga akhir 2017. Dari delapan unit itu, lima unit akan diberikan kepada Lion Air, sedangkan sisanya diberikan kepada Malindo Air.

Selain menjadi pengguna pertama B737 Max 8 di dunia, Lion Air Group juga memesan armada Boeing terbaru lainnya, yakni B737 Max 9 sebanyak empat unit dan B737 Max 10 sebanyak 50 unit. 

Hingga saat ini, Lion Air telah mengoperasikan 113 pesawat yang terdiri dari Boeing 737-800/900ER/Max 8 dan Airbus 320-300 dengan frekuensi terbang mencapai 630 penerbangan per hari.

Sriwijaya tambah ATR

Di sisi lain, kelompok bisnis besutan keluar Chandra Lie, Sriwijaya Air Grup juga resmi menerima kedatangan pesawat perdana ATR 72-600 dengan registrasi PK-NYY pada Senin (3/7) kemarin.

“Pesawat ATR ini merupakan satu dari enam unit yang telah dipesan, dan akan memantapkan posisi NAM Air sebagai feeder dari Sriwijaya Air,” kata Agus Soedjono, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Group.

Dia menambahkan pesawat bermesin turbo propeller pertama yang dimiliki oleh Sriwijaya Air Group itu akan digunakan untuk melayani hingga rute-rute terdalam di Indonesia, seperti Papua, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan kepukauan di dekat Jawa.

Seperti diketahui, pesawat ATR mampu mendarat dan lepas landas di bandara-bandara yang memiliki spesifikasi landas pacu terbatas. Pesawat juga mampu menampung 72 kursi dengan daya jelajah mencapai 1.500 km.

Apabila tidak ada aral melintang, total armada yang dimiliki NAM Air hingga akhir 2017 ini akan mencapai 16 unit pesawat yang terdiri dari enam unit pesawat ATR 72-600, dan 10 unit Boeing 737-500.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sriwijaya air lion air nam air
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top