Grab Indonesia Kembali Luncurkan GrabSchool

Grab Indonesia meluncurkan program pelatihan satu hari, GrabSchool, bagi masyarakat Indonesia yang bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa atau YCAB Foundation) guna menumbuhkan semangat kewirausahaan putra-putri mitra pengemudi Grab.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 29 Maret 2017 15:18 WIB
Aplikasi taksi daring, Grab - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Grab Indonesia meluncurkan program pelatihan satu hari, GrabSchool, bagi masyarakat Indonesia yang bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa atau YCAB Foundation) guna menumbuhkan semangat kewirausahaan putra-putri mitra pengemudi Grab.

Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia mengatakan ada 100 putra-putri mitra pengemudi Grab yang berusia 12 sampai 18 tahun ikut serta dalam program GrabSchool yang diadakan di Bandung, Jawa Barat.

Program yang bertema “Grab Your Chance: Merancang Usaha, Merancang Hidup”, memperkenalkan ide yang mendorong kewirausahaan pada usia dini guna meningkatkan kepercayaan diri anak muda dan menunjukkan bahwa mereka dapat menjadi wirausahawan/wati sukses di masa depan.

GrabSchool adalah cara perusahaan untuk berinvestasi pada masa depan putra-putri dari mitra pengemudi Grab.

“Kami percaya dengan memberikan peluang bagi mereka untuk membangun kepercayaan diri dan mengajarkan mereka pengetahuan teknis bagaimana membangun sebuah bisnis, mereka kelak dapat menjadi wirausahawan/wati yang sukses di masa depan,” tutur Ridzki melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu (29/3/2017).

Program ini juga bertujuan untuk menunjukkan keuntungan dan kerugian memilih hidup sebagai seorang wirausaha dan cara membangun bisnis dari nol. Menurutnya, Indonesia memiliki target untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020 dengan mengembangkan ekosistem startup yang suportif.

“GrabSchool membantu mencapai target tersebut dengan menanamkan benih semangat kewirausahaan kepada anak-anak mitra pengemudi kami sehingga saat waktunya tiba, mereka siap membangun bisnisnya dan memanfaatkan teknologi digital untuk mengatasi permasalahan masyarakat sekaligus menghasilkan keuntungan finansial,” lanjut Ridzki.

Salah satu kegiatan dalam program ini mengajak para peserta memahami hal-hal dasar bagaimana membangun sebuah bisnis dari nol. Sebagai simulasi misalnya peserta diminta membuat sebuah restoran, lengkap dengan menu dan harga produk, kemudian mempresentasikannya ke seluruh peserta dengan cara semenarik mungkin. Dengan demikian, para peserta belajar cara merencanakan, menciptakan, dan menjual sebuah usaha.

Ilham, 16 tahun, salah satu peserta, mengatakan bahwa ia sangat senang mengikuti program GrabSchool karena memberikan kepercayaan diri bahwa ia mampu menjadi pengusaha handal di masa depan.

"Melalui pelatihan ini, saya dapat memperdalam pengetahuan saya mengenai kewirausahaan. Kini, saya paham cara membuat bisnis, mulai dari pembuatan produk berkualitas hingga memastikan pendistribusiannya ke pelanggan," ungkap Ilham.

Program GrabSchool akan diadakan sebanyak tiga kali dalam tahun setelah diluncurkan pada 2015 lalu. Setelah pelatihan ini, pelatihan kedua akan menekankan pada tanggung jawab finansial dan hubungannya dengan kewirausahaan. Sementara, pelatihan ketiga akan fokus pada mengajarkan teknik manajemen bisnis kepada anak-anak.

Diluncurkan pada tahun 2015, GrabSchool merupakan program regional dan salah satu dari berbagai inisiatif yang berfokus pada pengembangan kualitas kehidupan mitra pengemudi Grab yang telah dijalankan di kawasan Asia Tenggara. Hingga hari ini, hampir 700 putra-putri dari para mitra pengemudi telah berpartisipasi dalam GrabSchool di Singapura, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Grab Taxi, grab indonesia

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top