Grab Buka Dua Pusat R&D Baru

Layanan transportasi berbasis aplikasi, Grab, mengumumkan peresmian dua pusat R&D terbaru di Bangalore, India, dan Ho Chi Minh City, Vietnam.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 15 Maret 2017 17:33 WIB
Grab Bike - Reuters/Iqro Rinaldi

Bisnis.com, JAKARTA -- Layanan transportasi berbasis aplikasi, Grab, mengumumkan peresmian dua pusat R&D terbaru di Bangalore, India, dan Ho Chi Minh City, Vietnam.

Hooi Ling Tan, Co-founder, Grab mengatakan dua pusat R&D ini secara signifikan memperluas kemampuan R&D globalnya dan menggandakan jumlah pusat R&D dari tiga menjadi enam pada kuartal lalu.

Selain itu, guna mengimbangi pertumbuhan pesat Grab, Grab juga mengumumkan rencananya untuk membuka lebih dari 800 lapangan pekerjaan di bidang R&D dalam dua tahun ke depan yang tersebar di enam pusat R&D Grab di Beijing, Bangalore, Jakarta, Vietnam, Singapura, dan Seattle.

“Di Grab, kami fokus pada upaya untuk mengatasi sejumlah permasalahan lokal tersulit melalui teknologi. Asia Tenggara tengah berkembang dengan sangat cepat dan kami memiliki peluang baru untuk menyediakan platform yang dapat memenuhi kebutuhan lingkungan mobile-first dan infrastruktur di kawasan ini," jelas Hooi Ling Tan melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu (15/3/2017).

Ekspansi ini akan mendukung platform transportasi multi-layanan Grab dan sistem pembayarannya yang tengah berkembang pesat di wilayah Asia Tenggara, termasuk peluncuran tiga layanan transportasi baru pada kuartal lalu, yakni GrabShare, GrabCoach, dan GrabShuttle, serta GrabRewards, program loyalitas pelanggan.

Kini, Grab beroperasi di 39 kota yang tersebar di enam negara dengan lebih dari 710.000 mitra pengemudi dalam jaringannya. Dengan total unduhan aplikasi mencapai lebih dari 36 juta, Grab menguasai 95% pangsa pasar dari aplikasi pemesanan taksi pihak ketiga dan lebih dari 50% pangsa pasar di segmen pemesanan mobil di wilayah tempatnya beroperasi.

Oleh sebab itu untuk mengatasi tantangan tersebut dibutuhkan gabungan dari pemahaman lokal yang kuat dan engineering terbaik. Filosofi Grab, kata Hooi Ling Tan adalah mengembangkan produk-produk yang telah disesuaikan dengan kebutuhan lokal untuk setiap negara di mana para pengguna tinggal.

"Seraya mencari talenta terbaik di bidang teknologi di seluruh dunia guna meningkatkan pengalaman pengguna dan efisiensi serta efektivitas dari platform kami,” jelasnya.

Seiring dengan pengembangan produk-produknya, Grab memanfaatkan model dimana tim engineering yang ada tersebar sehingga dapat mengakses keahlian-keahlian spesifik di setiap pusat R&D Grab di seluruh dunia, seperti machine learning, analisis data prediktif, teknologi mobile-first, dan pengalaman pengguna yang terfokus pada konsumen.

Hooi Ling Tan mengatakan Grab memiliki budaya kerja yang dinamis dan mendukung kewirausahaan, dan para engineer kami terus mengembangkan produk-produk terkini dalam ranah transportasi dan pembayaran global.

Pihakny menyambut hangat para engineer bertalenta yang ingin bergabung dalam perusahaan yang fokus pada pelanggan serta menerapkan keahlian yang unggul untuk mengatasi permasalahan kompleks secara global.

"Yang terpenting, Grab yakin pada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat; dimana talenta yang tergabung dalam tim kami terbiasa untuk merancang solusi-solusi yang memungkinkan masyarakat di Asia Tenggara untuk menikmati manfaat dari ekonomi digital setiap hari,” lanjutnya

Sebagai informasi, pusat R&D baru Grab di India akan bertempat di Indira Nagar, di pusat kota Bangalore, yang disebut sebagai Silicon Valley India. Pusat baru ini akan menampung hingga 200 engineer bertalenta, yang akan fokus pada pengembangan teknologi pembayaran baru untuk GrabPay, platform pembayaran digital Grab, guna mendorong peningkatan inklusi keuangan dan akses mobile payment di Asia Tenggara.

Grab akan menyelenggarakan acara perekrutan di Bangalore dari 24 Maret pukul 8 pagi hingga 25 Maret pukul 6 malam.

Pusat R&D baru Grab di Vietnam akan bertempat di Ho Chi Minh City, yang akan mengumpulkan para engineer berbakat di Vietnam. Engineer Grab di Ho Chi Minh City ini akan memanfaatkan keahlian mereka untuk mengembangkan pengalaman in-app bagi konsumen yang secara khusus dirancang untuk pengguna di Vietnam, serta mengembangkan pengalaman tersebut untuk pengguna-pengguna lainnya di luar Vietnam.

Grab Singapura, yang didirikan di kantor seluas 4500 kaki persegi pada April 2015, kini akan pindah ke kantor yang lebih luas dengan lahan mencapai hampir 100000 kaki persegi di kawasan pusat bisnis (CBD) Singapura.

Grab Singapura merupakan pusat R&D terbesar Grab dan akan terus mendorong pengembangan aplikasi berbasis riset pasar lokal, dan memperkenalkan layanan-layanan serta fitur-fitur baru untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Bersamaan dengan peringatan satu tahunnya pada Januari lalu, kantor Grab yang bertempat di Seattle juga akan pindah ke kantor yang lebih luas, 6500 kaki persegi di Columbia Center, yang terletak di kawasan pusat bisnis (CBD) Seattle, dan menampung 60 engineer.

Dipimpin veteran Microsoft Raman Narayanan, tim Seattle telah mengembangkan teknologi di balik salah satu produk utama Grab, GrabShare, layanan carpooling Grab, dan juga berbagai pengembangan dalam hal kepercayaan pengguna dan manajemen data.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Grab Taxi

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top