Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ketua MPR: Kepastian Harga Garam Lebih Penting dari Bantuan Kapal

Ketua MPR Zulkifli Hasan menyampaikan Kementerian Kelautan dan Perikanan semestinya menciptakan kebijakan yang berdampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir, misalnya harga patokan garam.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 31 Januari 2017  |  00:21 WIB
Ketua MPR: Kepastian Harga Garam Lebih Penting dari Bantuan Kapal
Ilustrasi - Healthcareaboveall
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua MPR Zulkifli Hasan menyampaikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) semestinya menciptakan kebijakan yang berdampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir, misalnya harga patokan garam.

Ketimbang member bantuan ribuan kapal yang hanya berdampak terhadap segelintir nelayan, Zulficar berujar lebih baik pemerintah menetapkan harga batas bawah garam untuk mencegah harga komoditas itu jatuh saat panen raya.

Dia memberi contoh kebijakan penetapan harga minimal jagung Rp3.100 per kg sehingga merangsang petani di Tanah Air menanam jagung yang pada gilirannya menekan impor.

"Bayangkan kalau garam begitu modelnya. Saya kira akan bangkit petani-petani garam kita," ujarnya dalam workshop yang digelar Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN), Senin (30/1/2017).

Seperti diketahui, pemerintah mulai 2016 mengadakan program bantuan kapal penangkap ikan secara besar-besaran. Tahun lalu, pemerintah menginisiasi program pembangunan 1.719 kapal senilai Rp900 miliar meskipun hingga akhir tahun hanya menyelesaikan 725 unit. Program pengadaan kapal dilanjutkan tahun ini dengan volume di atas 2.000 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga garam
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top