Sumbar Prioritaskan Pengembangan Perikanan di Mentawai

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat merencanakan optimalisasi pengembangan sektor kelautan dan perikanan di daerah itu yang diprioritaskan di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Heri Faisal | 21 Desember 2016 14:50 WIB
Ikan tuna - Antara/Ampelsa

Bisnis.com, PADANG—Pemerintah Provinsi Sumatra Barat merencanakan optimalisasi pengembangan sektor kelautan dan perikanan di daerah itu yang diprioritaskan di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan Mentawai merupakan daerah dengan potensi kalautan yang sangat besar, namun minim pengelolaan karena terbatasnya sumber daya dan akses transportasi.

“Mentawai itu daerah laut, tetapi masyarakatnya tidak melaut. Nah, ini perlu jadi perhatian agar sektor kelautan ini pelan-pelan dikembangkan. Bagaimana mengajak masyarakat di sana untuk memanfaatkan potensi yang ada,” katanya, Selasa (20/12/2016).

Menurutnya, kawasan laut Mentawai yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat besar. Begitu juga dengan budidaya perikanan air laut, dan potensi sektor kelautan lainnya.

Dia mengatakan Pemprov Sumbar akan memprioritaskan pengembangan sektor kelautan dan perikanan daerah itu, sehingga bekontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Nasrul meminta sumber daya masyarakat setempat untuk mengelola potensi kelautan perlu ditingkatkan, serta dibarengi dengan peningkatan sarana dan prasarana pengembangan perikanan.

“Kami akan bawa investor untuk ikut mengembangkan potensi kelautan dan perikanan di Mentawai,” ujarnya.

Yosmeri, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, mengatakan pengembangan potensi Mentawai akan dilakukan langsung oleh kementerian.

Dia menyebutkan sebagai daerah terluar, Mentawai menjadi prioritas pengembangan oleh KKP untuk tahun depan, mengingat potensinya yang besar. “Nanti KKP akan bangun kantor di Mentawai yang dilengkapi mulai budidaya, karantina, hingga pengawasan,” katanya.

Menurutnya, adanya prioritas pusat mengembangkan Mentawai membuat masyarakat setempat dimudahkan memperoleh sarana dan prasarana penunjang, termasuk pengadaan kapal perikanan, bibit kerapu, alat pengolahan, penyimpanan es, hingga pengawasan.

Yosmeri mengungkapkan potensi perikanan Sumbar tidak hanya di Mentawai, tetapi juga daerah lainnya yang memiliki laut luas, seperti Kota Padang, Kota Pariaman, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam, dan Pasaman Barat.

Sayangnya, potensi yang besar itu belum tergarap, karena terbatasnya kemampuan nelayan. Untuk perikanan tangkap misalnya, sebagian besar nelayan masih menggunakan kapal tradisional di bawah 30 GT, sehingga tidak mampu mencari ikan ke tengah samudra.

Adapun, produksi ikan tangkan Sumbar per tahun baru mencapai 200.000 ton dari potensi yang ada mencapai 565.000 ton.

Seperti potensi ikan tuna misalnya, mencapai 124.630 ton per tahun yang mencakup luas pantai barat Sumbar seluas 915.000 km persegi, dengan tingkat pemanfaatan baru 26,2%.

Selain itu, jenis ikan yang diekspor, seperti tuna yellow fin memiliki potensi 23.343 ton per tahun, tetapi baru termanfaatkan 19,2%.

Tuna big eye memiliki potensi tangkap 19.332 ton dengan pemanfaatan baru 19,2%, dan cakalang atau skipjack tuna memiliki potensi 65.000 ton per tahun dengan pemanfaatkan baru 19,1%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumbar, ikan tuna

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top