Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Gas Turun, Utilisasi Tekstil Hulu Optimal

Biaya energi memiliki porsi terbesar kedua dari total ongkos produksi industri tekstil hulu, yaitu sebanyak 24%. Beban terbesar pada produksi serat adalah biaya bahan baku sebanyak 56%.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 28 Oktober 2016  |  00:54 WIB
Jaringan Pipa Gas - JIBI
Jaringan Pipa Gas - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Penurunan harga gas akan mendongkrak utilisasi industri tekstil hulu hingga nyaris optimal.

Sekjen Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (Apsyfi) Redma Wirawasta mengatakan penurunan harga gas menjadi US$4 per MMBTU bisa menaikkan utilisasi pabrik serat sintentis dari sekitar 79,2% menjadi 97,8%.

“Produksi kami naik karena kami bisa subtitusi impor. Jualan domestik tambah dan sedikit ada tambahan ekspor,” kata Redma kepada Bisnis pada Kamis (27/10/2016).

Biaya energi memiliki porsi terbesar kedua dari total ongkos produksi industri tekstil hulu, yaitu sebanyak 24%. Beban terbesar pada produksi serat adalah biaya bahan baku sebanyak 56%.

Redma menjelaskan harga gas yang tinggi membuat industri serat sintetis Indonesia sulit bersaing dengan produsen di luar negeri. Saingan produsen tekstil Indonesia di China dan India masing-masing mendapatkan gas pada harga US$4 per MMBTU dan US$2 per MMBTU.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka, Kementerian Perindustrian, Muhdori, mengatakan peningkatan efisiensi produksi di industri hulu pasti menguntungkan industri tekstil hulu sebagai pengguna bahan baku.

Dia mengatakan industri tekstil hulu adalah salah satu sektor industri tambahan yang diusulkan pemerintah sebagai penerima insentif penurunan harga gas.

“Jika di atas bisa efisien, otomatis upstream lebih efisien. Bahan baku lebih murah, hasil produk juga bisa lebih murah. Ini mendukung kebutuhan industri garmen dalam negeri untuk tujuan ekspor,” kata Muhdori.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas industri tekstil
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top