Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bersiaplah, 137 Juta Buruh di Asean Berisiko Digantikan Robot

Organisasi Buruh International memperkirakan sekitar 50% dari jumlah pekerja di lima negara Asean berisiko kehilangan pekerjaan seiring penggunaan sistem automasi (robot) dalam dua dekade ke depan.
Maftuh Ihsan
Maftuh Ihsan - Bisnis.com 09 Juli 2016  |  10:15 WIB
Bersiaplah, 137 Juta Buruh di Asean Berisiko Digantikan Robot
Ilustrasi - eratexco.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Organisasi Buruh International memperkirakan sekitar 50% dari jumlah pekerja di lima negara Asean berisiko kehilangan pekerjaan seiring penggunaan sistem automasi (robot) dalam dua dekade ke depan.

Menurut laporan terbaru International Labour Organization (ILO), sekitar 137 juta pekerja atau 56% dari total buruh di Kamboja, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam memiliki risiko besar kehilangan pekerjaan akibat penggunaan robot.

“Negara yang berkompetisi dengan gaji buruh yang rendah harus melihat kembali posisi mereka. Keuntungan itu [rendahnya gaji buruh] tidak lagi cukup,” ungkap Deborah France-Massin, Direktur ILO, dalam laporan tersebut.

Dia mengingatkan pekerja harus dilatih untuk bekerja secara efisien sejalan dengan era digitalisasi. Sebagai gambaran, Asean memiliki 630 juta penduduk dan merupakan pusat dari sejumlah sektor manufaktur, seperti otomotif, tekstil, dan peralatan elektronik.

Lembaga internasional ini menambahkan penggunaan teknologi seperti 3D printing, wearable technology, nanotechnology, dan robotic automation dapat mengubah pola produksi di sektor-sektor tersebut.

"Robot menjadi lebih baik dalam merakit, murah, dan semakin dapat berkolaborasi dengan manusia,” mengutip laporan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur buruh asean buruh indonesia

Sumber : ILO

Editor : Maftuh Ihsan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top