Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Distribusi Daging Impor Zonabased Dibatasi

Pemerintah akan membatasi peredaran daging yang diimpor dari negara yang belum bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) namun memiliki zona bebas wajah tersebut. Daging tersebut dilarang masuk ke pasar tradisional.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 17 Maret 2016  |  16:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan membatasi peredaran daging yang diimpor dari negara yang belum bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) namun memiliki zona bebas wajah tersebut. Daging tersebut dilarang masuk ke pasar tradisional.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Sri Mukartini mengatakan daging impor dari skema zonebased hanya digunakan untuk operasi pasar (OP) baik oleh BUMN maupun BUMD.

"Pembatasan distribusi dilakukan agar tidak merusak harga daging sapi yang diproduksi oleh para peternak lokal," kata Sri di Jakarta, Kamis (17/3/2016).

Sri menyampaikan pemerintah pun akan membatasi volume impor daging dari zona tertentu dalam suatu negara yang belum bebas PMK. Volume impor hanya dapat diputuskan oleh rapat koordinasi terbatas di tingkat Kemenko Bidang Perekonomian.

Pemerintah akan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 4 Tahun 2016 tentang perluasan asal pemasukan daging dan ternak dari negara yang belum bebas dari PMK namun memiliki zona bebas wajah tersebut.

PP tersebut membuka impor zonabased dari yang sebelumnya countrybased. Selain daging, pemerintah akan membuka impor sapi bakalan (sapi potong untuk digemukkan). Kendati demikian, pemasukan sapi bakalan harus melalui Pulau Karantina yang belum diselesaikan pembangunannya.

Sri merinci PP tersebut akan mengatur kondisi tertentu yang memperbolehkan Indonesia mengimpor daging dari zona tertentu yaitu pertama, apabila terjadi bencana alam. Kedua, terjadi wabah mematikan di negara asal impor selama ini. Ketiga, apabila harga daging dalam negeri melonjak tajam.

“Dalam kondisi harganya tinggi, kita bisa melakukan impor dengan zonabased. Patokannya yaitu kalau harga dagingnya sudah 30% di atas harga pokok produksi yang nantinya akan ditetapkan oleh Kemendag berapa dan diajukan juga oleh Kementan,” jelas Sri.

Sri menyampaikan pemerintah akan mulau melakukan analisis resiko di negara-negara yang berpotensi mengekspor daging ke Indonesia. Saat ini, beberapa negara yang diproyeksikan dapat segera mengekspor dagingnya yaitu India dan Brasil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daging impor
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top