Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UE Persulit Negosiasi CEPA, Ini Tanggapan Wapres JK

Uni Eropa mengajukan rentetan permintaan yang memberatkan dalam negosiasi perjanjian perdagangan bebas dalam skema comprehensive economic partnership agreement.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 03 Maret 2016  |  19:39 WIB
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan.  - Bisnis.com
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Uni Eropa mengajukan rentetan permintaan yang memberatkan dalam negosiasi perjanjian perdagangan bebas dalam skema comprehensive economic partnership agreement.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan setiap negosiator tentu meminta banyak hal yang paling menguntungkan mereka dalam proses tawar menawar. Begitupula dengan Uni Eropa yang ingin mengambil keuntungan dari pasar Indonesia.

"Pastilah negosiator meminta yang paling menguntungkan dia. Di sanalah kita bernegosiasi, apa yang mungkin dan bisa menguntungkan, ya namanya butuh pasar," paparnya di Kantor Wakil Presiden, Kamis(3/3/2016).

Sebelumnya, pemerintah menilai beberapa permintaan Uni Eropa dianggap memberatkan Indonesia. Karena itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan Indonesia seharusnya lebih berani dalam perundingan FTA dengan Uni Eropa.

Pihaknya menilai apa yang ditawarkan Indonesia masih jauh dari harapan Uni Eropa. Sejumlah persyaratan Uni Eropa pun dianggap memberatkan. Misalnya, pembebasan bea masuk 95% pos tarif. Pemerintah menganggap permintaan ini bakal memukul industri dalam negeri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa percepatan Wapres JK
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top