Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Produksi Premium di Kilang TPPI Capai 40% dari Kapasitas

Produksi bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium di kilang milik PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) telah mencapai 40% dari total kapasitas 61.000 barel per hari.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 11 November 2015  |  03:06 WIB
Produksi Premium di Kilang TPPI Capai 40% dari Kapasitas
TPPI Tuban
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - Produksi bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium di kilang milik PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) telah mencapai 40% dari total kapasitas 61.000 barel per hari.

Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication, mengatakan perusahaan sedang berupaya mengoperasikan kilang TPPI dengan kapasitas penuh.

Saat ini, produksi Premium di kilang tersebut sekitar 40%, dan ditargetkan mampu memproduksi 61.000 barel Premium per hari.

“Kilang TPPI sudah lama tidak berproduksi, dan kami berupaya mengoptimalkannya, karena tidak ingin aset yang bagus itu idle,” katanya di Terminal BBM Pertamina Grup Surabaya, Jawa Timur, Selasa (10/11/2015).

Wianda menuturkan pengoperasian kilang TPPI dengan kapasitas penuh dapat menghemat devisa negara hingga US$1,9 miliar per tahun, atau setara dengan Rp24 triliun, karena dapat mengurangi impor Premium hingga 20%.

Saat ini konsumsi Premium nasional mencapai 29,5 juta kilo liter per tahun. Dari jumlah tersebut, 17,1 juta barel di antaranya diperoleh dari luar negeri melalui skema impor. Start up pengoperasian kilang TPPI sendiri dilakukan pada akhir September 2015.

Kilang TPPI kembali dioperasikan oleh Pertanina setelah statusnya sempat dinonaktifkan karena kasus dugaan korupsi dan pencucian uang dalam penjualan kondensat yang melibatkan TPPI dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Kilang tersebut sempat dioperasikan pada 1 November 2013 sebagai kerja sama pengolahan (Tolling Agreement) antara TPPI dengan Pertamina. Namun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyarankan agar kilang tersebut kembali ditutup, sehingga kembali tidak produktif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina tppi
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top