Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

DISKUSI MERAJUT INDONESIA: Navigasi Udara Bandara Terpencil Harus Ditingkatkan

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau AirNav Indonesia meningkatkan kapasitas layanan navigasi di bandara terpencil.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia, di Jakarta, Senin (11/5/2015)./JIBI-Abdullah Azzam
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia, di Jakarta, Senin (11/5/2015)./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau AirNav Indonesia meningkatkan kapasitas layanan navigasi di bandara terpencil.

Permintaan itu merujuk banyaknya bandara terpencil di Tanah Air yang minim fasilitas navigasi bagi penerbangan perintis.

"Navigasi udara harus meningkatkan kapasitas supaya kapanpun dipakai, bisa dipakai. Minimal pendaratan darurat," katanya saat membuka Sesi Diskusi Perhubungan: Merajut Indonesia bertema Memperbaiki Industri Penerbangan di Perbatasan dan Wilayah Terpencil di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (30/9/2015).

Diskusi itu merupakan hasil kerja sama Harian Bisnis Indonesia dengan Kementerian Perhubungan.

Minimnya fasilitas navigasi di bandara terpencil, papar Jonan, dibuktikan ada layanan navigasi bandara yang tutup ketika sore hingga pagi. Padahal, lanjutnya, layanan penerbangan perintis dan penerbangan carter tetap beroperasi.

Jonan mempertanyakan bagaimana jika ada pesawat mau mendarat darurat di bandara itu. "Ini harus diperhatikan," tegasnya.

Direktur AirNav Indonesia Yurlis Hasibuan menyatakan pihaknya siap meningkatkan kapasitas si bandara terpencil.

"Contohnya, petugas air traffic controller yang banyak terkonsentrasi di Cengkareng akan kita ratakan juga ke Papua," katanya.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper