Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bandung Siapkan 13 Tower Apartemen untuk Masyarakat Kantong Cekak

Walikota Bandung merencanakan membangun 13 apartemen rakyat untuk penyediaan perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sekaligus penanganan kawasan permukiman kumuh.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 07 April 2015  |  18:37 WIB
Bandung Siapkan 13 Tower Apartemen untuk Masyarakat Kantong Cekak
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berencana membangun 13 menara apartemen rakyat untuk penyediaan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sekaligus mengatasi penanganan kawasan kumuh. - Ilustrasi Apartemen Kalibata City/kalibatacitymarketing.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Wali Kota Bandung merencanakan membangun 13 menara apartemen rakyat untuk penyediaan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sekaligus penanganan kawasan permukiman kumuh.

Guna memuluskan rencana tersebut Pemerintah Kota Bandung menggandeng Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera).

Dilansir dari situs Kementerian PU-Pera, Wali Kota Ridwan Kamil telah bertemu dengan Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono untuk membahas rencana tersebut. Pasalnya, untuk memuluskan rencana tersebut dibutuhkan dukungan APBN dan BUMN selama lima tahun ke depan.

"Pemkot Bandung tidak perlu mencari lagi payung hukum untuk melakukan percepatan program-program infrastrukturnya. Kota Bandung termasuk dalam kawasan staregis nasional yang dikenal dengan Greater Bandung atau Cekungan Bandung," ujar Basuki, Selasa (7/4/2015).

Sementara itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menuturkan Bandung adalah salah satu kota terpadat setelah Jakarta. Menurutnya, sekitar 13.800 jiwa tinggal di setiap kilometer persegi.

Hal itu menyebabkan Kota Bandung mengalami masalah penyediaan perumahan, khususnya untuk MBR, yang saat ini ada sekitar 28.000 keluarga yang kekurangan tempat tinggal.

“Untuk itu kami telah mensurvei banyak peninggalan Belanda berupa tanah yang dapat kami manfaatkan untuk membangun apartemen rakyat,” paparnya.

Optimalisasi lahan tersebut karena semakin terbatasnya ketersediaan lahan untuk perumahan. Dengan membangun apartemen rakyat ini, Ridwan juga bertekad meningkatkan kualitas lingkungan hunian dan mengurangi kawasan permukiman kumuh.

Ridwan menambahkan akan ada apartemen untuk MBR yang bersifat memindahkan sementara para penghuni kawasan permukiman kumuh. Setelah kawasan kumuh sudah ditangani maka penghuni tersebut akan dikembalikan ke kawasan semula.

“Saat ini sudah kami bebaskan lahan seluas 13 ha tanpa konflik dengan masyarakat. Nantinya penghunian apartemen untuk MBR ini dilengkapi dengan peraturan wali kota yang melarang investasi, pembatasan parkir mobil, dan lainnya yang berpotensi menimbulkan kecurangan dan tidak tepat sasaran,” imbuh Ridwan.

Secara terpisah Direktur Pengembangan Permukiman Ditjen Cipta Karya, Hadi Sucahyono, mengungkapkan penanganan permukiman kumuh perlu dilakukan secara terpadu antarsektor serta memerlukan partisipasi dari semua pihak.

Tahun ini Ditjen Cipta Karya akan membantu penanganan permukiman kumuh di Kota Bandung melalui dana APBN yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kota Bandung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandung cipta karya
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top