Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JK Bahas Ekonomi & Edukasi dengan Sekjen OECD

Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan Sekretaris Jenderal Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) Angel Gurria membahas kajian ekonomi dan edukasi Indonesia yang dilakukan lembaga yang bermarkas di Paris, Perancis ini.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 25 Maret 2015  |  21:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan Sekretaris Jenderal Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) Angel Gurria membahas kajian ekonomi dan edukasi Indonesia yang dilakukan lembaga yang bermarkas di Paris, Perancis ini.

Wapres menuturkan dalam pertemuan tersebut OECD memaparkan perkembangan ekonomi Indonesia dan pandangan tentang kebijakan publik yang sebaiknya ditempuh oleh negara berkembang seperti Indonesia.

"‎Itu bahan public policy. Jadi kita berbicara public policy tentang negara-negara seperti Indonesia. Menarik sekali contoh-contohnya," kata JK di kantornya, Rabu (25/3).

Angel Gurria, Sekjen OECD menuturkan OECD baru saja mempresentasikan hasil survei ekonomi dan edukasi di Indonesia. OECD tidak menghibahkan dana atau pinjaman untuk proyek-proyek pembangunan seperti yang dilakukan lembaga multilateral, misaknya Bank Dunia dan ADB.

"Kami menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah Indonesia, tapi Anda sendiri yang menentukan. Selain ekonomi dan edukasi, kami juga pernah sampaikan kajian terkait pertanian dan kebijakan investasi," tutur Gurria.

Sejumlah kebijakan ekonomi yang direkomendasikan oleh OECD, antara lain mendorong percepatan penyerapan belanja pemerintah, meningkatkan peran pemerintah daerah dalam pembangunan, mengundang investasi modal asing langsung (FDI), serta pembenahan infrastruktur.

Selain itu, meneruskan reformasi struktural yang telah dilakukan terkait belanja subsidi, menciptakan ruang fiskal baru melalui penyusunan belanja yang lebih prioritas, meningkatkan penerimaan pajak, dan meningkatkan investasi di bidang pendidikan dan pengentasan kemiskinan.

Adapun kajian tentang pendidikan di Indonesia telah disampaikan OECD kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. Kajian tersebut didasarkan pada survei yang dilakukan selama delapan bulan.

"Kami juga hari ini secara resmi membuka kantor OECD di Indonesia, di Jakarta," katanya.

Hingga saat ini, OECD yang memiliki fokus dalam kerjasama untuk peningkatan daya saing, kewilayahan dan pembangunan, telah memiliki empat kantor perwakilan yang berlokasi di Jerman, Meksiko, Jepang dan Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jk oecd
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top