Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SVLK IKM Mebel, Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan Siapkan Rp33,2 Miliar

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyiapkan Rp33,2 miliar untuk memfasilitasi sertifikasi legalitas kayu bagi industri kecil dan menengah (IKM) furnitur dan kerajinan.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 17 Maret 2015  |  17:09 WIB
Produsen mencontohkan pembuatan produk kayu daur ulang dalam pameran International Furniture & Craft Fair Indonesia (Iffina) 2015 di Parkir Timur Senayan, Sabtu (14/3) - Antara
Produsen mencontohkan pembuatan produk kayu daur ulang dalam pameran International Furniture & Craft Fair Indonesia (Iffina) 2015 di Parkir Timur Senayan, Sabtu (14/3) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyiapkan Rp33,2 miliar untuk memfasilitasi sertifikasi legalitas kayu bagi industri kecil dan menengah (IKM) furnitur dan kerajinan.

Direktur Bina Usaha Kehutanan Kemen LHK Dwi Sudharto mengatakan Kemen LHK memfasilitasi pelaksaan sertifikasi tersebut sembari memberikan pendampingan.  Fasilitasi dan percepatan SVLK ditujukan kepada IKM secara berkelompok. Dalam satu kelompok terdapat lima pelaku IKM.

"Dunia ingin yang seperti itu [legalitas kayu terjamin], tidak seperti zaman jahiliyah dulu. SVLK ini utamanya untuk tekan ilegal logging," ujar Dwi seusai Pameran International Furniture & Craft Fair Indonesia (IFFINA), di Jakarta, Selasa (17/3/2015).

Fasilitasi sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) yang dilakukan Kemen LHK untuk kelompok IKM bermaksud mendorong dan mempercepat sertifikasi legalitan bahan baku kayu.

Program ini khusus untuk Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) berkapasitas sampai dengan 6.000 meter kubik per tahun dan IKM mebel.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) mencanangkan mulai 1 Januari 2016 seluruh perdagangan produk kayu diharapkan memenuhi standar SVLK. Sertifikasi ini diyakini mampu menjawab tren perdagangan internasional yang mewajibkan eksportir kayu dan produk kayu punya bukti legalitas bahan baku.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

svlk iffina asmindo industri furnitur dan kerajinan
Editor : Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top