Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kawasan Berikat Nusantara Diminta Responsif Hadapi Banjir

Sejumlah investor yang menyewa lokasi di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) meminta agar manajemen perseroan BUMN tersebut lebih responsif dalam penanganan masalah banjir di wilayahnya sehingga tidak mengganggu proses bisnis.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 16 Februari 2015  |  05:07 WIB
ilustrasi
ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah investor yang menyewa lokasi di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) meminta agar manajemen perseroan BUMN tersebut lebih responsif dalam penanganan masalah banjir di wilayahnya sehingga tidak mengganggu proses bisnis.

Manajer HRD PT Fokus Garmindo, Sudirman yang menilai KBN sangat kurang tanggap dan sigap menghadapi banjir yang terjadi di wilayahnya pada 2015 ini tidak seperti tahun sebelumnya.

"Banyak perusahaan tidak beroperasi, ada yang tiga hari yakni Senin (9/2) sampai Rabu. Ada juga Senin -Jumat. Ada yang Selasa-Jumat, dll. Macam-macam harinya karena ada beberapa gardu listrik yang masih mati. Tapi kami tidak mendapat keterangan apa-apa dari manajemen KBN," ujarnya, kepada Bisnis.com, Minggu (15/2/2015).

Menurutnya langkah KBN dalam penanganan banjir kali ini nol besar dan tidak ada tindakan sama sekali. Bahkan, pihaknya juga mendapatkan keluhan serupa dari investor asal Korea yang menyesalkan minimnya perhatian KBN.

"Kami harap jangan sampai lepas tangan. Kalau ada banjir sebaiknya langkahnya bagaimana, misalkan ada support antar jemput ribuan karyawan atau seperti apa. Padahal setiap tahun yang kami bayarkan juga meningkat seharusnya dibarengi layanan semakin prima," harapnya.

Bahkan, lanjutnya informasi yang diperolehnya akibat panik dan bercampur antara lautan manusia dan air banjir yang disertai desak-desakan, dikabarkan mengakibatkan 2 karyawan meninggal dunia.

"Kami belum tahu karyawan perusahaan mana, tapi informasinya ada 2 orang yang meninggal akibat banjir kemarin itu," tuturnya.

PT Fokus Garmindo yang membawahi 600 karyawan tersebut sampai saat ini mengaku juga belum menemukan angka kerugian secara material pastinya mengingat masih proses penghitungan.

"Kami harap pihak manajemen lebih tanggap karena pada ujungnya ini demi kepentingan bersama," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kawasan berikat nusantara pengendalian banjir
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top