Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bappenas Didesak Batalkan Rencana Rel KA Trans Kalimantan

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) didesak untuk menghilangkan rencana pembangunan rel kereta api umum untuk penumpang Trans Kalimantan terkait dengan potensi penggunaannya untuk angkutan batu bara.

Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) didesak untuk menghilangkan rencana pembangunan rel kereta api umum untuk penumpang Trans Kalimantan terkait dengan potensi penggunaannya untuk angkutan batu bara.

Rencana pembangunan rel kereta api itu kini termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015—2019. Hal itu disampaikan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) yang menyampaikan surat resmi organisasi tersebut ke Kementerian PPN/Bappenas pada hari ini.

Direktur Eksekutif Walhi Abetnego Tarigan menuturkan meski Menteri Perencanaan Pembangunan-Kepala Bappenas Andrinof Chaniago meyakinkan bahwa rel kereta yang akan dibangun di Kalimantan Tengah bukan kereta untuk batu bara, namun pihaknya tetap khawatir itu akan dijadikan celah yang akan disalahgunakan.

"Baik bagi investasi maupun pemerintah daerah untuk “bersiasat”, agar tetap menggolkan rel kereta batubara masuk ke RPJM," demikian Abetnego dalam surat resminya, Kamis (8/1/2015). 

Dia memaparkan jalur baru akan tetap sama dengan wilayah masuk dan keluarnya yang berujung ke pelabuhan. Hal tersebut, demikian Walhi,  menunjukkan bahwa motivasi pengerukan sumberdaya alam masih sangat kental.

Abetengo mengungkapkan jalur yang dilalui semuanya tidak merepresentasikan untuk tranportasi massal,  namun justru tidak melalui wilayah dan kota- kota yang padat populasinya seperti Palangkaraya dan Sampit.   Sementara wilayah yang ada jalur kereta api, lanjutnya, seharusnya sudah cukup dengan menambah infrastruktur jalan untuk mobilitas penduduk.

"Dengan situasi ini, kami tetap mendorong agar Bapak Menteri tetap tidak memasukkan pembangunan rel kereta api di Kalimantan Tengah," tulis Walhi.

Kementerian Perhubungan menyatakan pembangunan mega proyek kereta api angkutan khusus batu bara di Kalimantan senilai Rp52 triliun.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretapian, Hanggoro Budi Wiryawan menjelaskan pada 2014 sejumlah investor asing dan swasta akan memulai pengerjaan proyek kerja sama pemerintah swasta membangun sarana kereta api khusus angkutan batu bara di Kalimantan.

Dia menyatakan investor asal  Rusia akan memulai proyek kereta api angkutan batu bara pada kuartal I 2014 dan ditargetkan beroperasi pada 2017.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Anugerah Perkasa
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper