Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bakrie & Brothers (BNBR) Tunggu Arahan BPH Migas soal Trans Kalimantan

Bakrie & Brothers (BNBR) siap untuk melanjutkan proyek transmisi gas Kalimantan setelah ada kepastian dari BPH Migas.
Direktur Utama dan CEO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Anindya Bakrie di di Grand Ballroom, The Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place, Sabtu (2/9/2023). JIBI/Akbar Evandio
Direktur Utama dan CEO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Anindya Bakrie di di Grand Ballroom, The Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place, Sabtu (2/9/2023). JIBI/Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) masih menunggu arahan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terkait dengan kelanjutan proyek transmisi gas Trans Kalimantan. 

“Saat ini BNBR dalam posisi menunggu arahan dari Pemerintah, dalam hal ini BPH Migas,” kata Senior Manager Corporate Communications PT Bakrie & Brothers Tbk. Indy Rahmawati saat dikonfirmasi, Selasa (2/1/2024). 

Indy menegaskan pihaknya terbilang siap untuk melanjutkan proyek itu setelah ada kepastian dari BPH Migas.

“Jika BNBR diminta untuk melaksanakan pembangunan tersebut, maka BNBR siap,” kata dia. 

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengevaluasi kelanjutan pembangunan pipa transmisi Trans Kalimantan terkait dengan kepastian pasokan gas serta serapan industri saat ini. 

Evaluasi itu turut menyasar ruas yang dimenangkan BNBR, Bontang (Kalimantan Timur) sampai dengan Takisung (Kalimantan Selatan). 

“Saat ini masih dalam proses evaluasi terkait supply dan demand, mengingat dari sisi pasokan masih menunggu onstream-nya proyek IDD,” kata Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji kepada Bisnis, Selasa (2/1/2024). 

Sementara itu, Tutuka menambahkan, permintaan gas di Kalimantan belum menunjukkan tren peningkatan yang signikan. Adapun, kata dia, permintaan yang terjadi saat ini sudah ditampung oleh infrastruktur hilir gas yang tersedia. 

“Itu perlu dilihat komprehensif lah evaluasinya, jadi kita hati-hati untuk membangun itu,” kata dia. 

Adapun berdasarkan Keputusan Kepala BPH Migas No. 042/Kpts/PL/BPH Migas/Kom/VII/2006 ditetapkan Bakrie & Brothers sebagai pemenang Lelang Hak Khusus Ruas Transmisi Gas Bumi Kalimantan-Jawa (Kalija) yang terbagi ke dalam dua fase untuk menghubungkan Kalimantan dan Jawa. 

Belakangan, rencana pembangunan transmisi ke Jawa dihapus dan diganti ke Trans Kalimantan.

Lewat notulen rapat dengan BPH Migas tanggal 13 Maret 2018 PT Bakrie & Brothers diketahui akan fokus pada pembangunan pipa gas ruas Bontang, Kaltim-Takisung di Kalsel, atau sampai lokasi akhir konsumen gas untuk memenuhi kebutuhan gas di Kalimantan.

Panjang rute Bontang-Banjarmasin untuk jalur pipa gas bumi itu adalah 1.016,53 kilometer. 

Bakrie & Brothers memproyeksikan perkiraan permintaan gas bumi di Kalsel sekitar 97,25 MMScfd, dilanjutkan dengan angka permintaan gas bumi Kaltim sekitar 306,72 MMScfd, dan juga adanya permintaan gas bumi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) yakni 34,80 MMScfd. 

Adapun proyeksi pasar dan kebutuhan gas bumi pada 2037, di Kalimantan Selatan pasarnya 1.425 MMScfd, dengan permintaan 137 MMScfd. Sementara itu Kalimantan Timur pasarnya sekitar 2.212 MMScfd, dengan kebutuhan 212 MMScfd.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper