Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PT Phapros Perluas Jasa Laboratorium Kalibrasi

PT Phapros kini mengembangkan kompetensinya selaku Coordinator Manufacturing Organization (CMO) untuk jasa Laboratorium Kalibrasi. Ini sejalan dengan diperolehnya sertifikasi akreditasi ISO 17025 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk Laboratorium Kalibrasi Phapros.
Muhammad Khamdi
Muhammad Khamdi - Bisnis.com 28 Oktober 2014  |  21:00 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, SEMARANG - PT Phapros kini mengembangkan kompetensinya selaku Coordinator Manufacturing Organization (CMO) untuk jasa Laboratorium Kalibrasi. Ini sejalan dengan diperolehnya sertifikasi akreditasi ISO 17025 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk Laboratorium Kalibrasi Phapros.

“Selama ini Laboratorium Kalibrasi kita hanya untuk memenuhi kebutuhan internal. Dengan adanya ISO, kita bisa juga akan mengembangkan CMO untuk kalibrasi. Dan ini sebenarnya telah menjadi tren produsen obat di dunia, yang lebih dikenal dengan istilah Coordinator Development Manufacturing Organization (CDMO),” ujar Direktur Utama PT Phapros Tbk Iswanto usai menerima sertifikasi akreditasi ISO 17025 di komplek Pabrik Phapros, Semarang, Selasa (28/10/2014).

Dijelaskan Iswanto, kalibrasi merupakan hal esensial dalam proses good manufacturing practice. Pasalnya, melalui laboratorium kalibrasi tersebut, indikator dalam proses pembuatan obat harus ada kepastian yang tinggi, sehingga akurasi menjadi salah satu poin yang sangat krusial.

“Saat ini kami bisa mengukur kalibrasi lima dimensi. Dengan ISO, laboratorium kalibrasi tidak lagi khusus  untuk internal, tapi kami juga buka untuk industri, kami buka jasa kalibrasi. Jadi tidak usah repot ke Jakarta lagi, kita bisa kerjasamakan di sini (Phapros Semarang),” terang Iswanto.

Sekretaris Jenderal Komite Akreditasi Nasional (KAN), Suprapto menerangkan sertifikasi akreditasi ISO untuk laboratorium kalibrasi milik Phapros adalah yang pertama untuk di industri, dengan kategori sebagai produsen obat.

“Ini sertifikasi kalibrasi yang pertama untuk produsen obat,” ungkap Suprapto di kesempatan yang sama.

Dia menjelaskan, sertifikasi akreditasi bukan kewajiban dan keharusan tetapi awareness. Yang paling utama adalah komitmen, katanya, jaminan mutu dan konsistensi. Kalau  akreditasi itu hanya undang pihak ketiga bahwa jaminan mutu anda itu sudah dijalankan.

“Sertifikasi ini berlaku 4 tahun,” paparnya.

Sejalan dengan pengabdian Phapros dalam melayani kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia, Iswanto menjelaskan perseroan berupaya untuk meningkatkan semua kapasitas dan kemampuan yang ada. Antara lain, dengan bertindak sebagai CMO, Phapros sebagai salah satu produsen obat terkemuka, mencoba untuk terus meningkatkan semua cost center menjadi profit center.

“Intinya untuk mendukung peningkatan quality manajemen system. Sejauh ini beberapa cost center kita, seperti untuk produk injeksi, kita tingkatkan menjadi profit center dengan memenuhi permintaan injeksi dari perusahaan di luar. Prospeknya bagus, antara lain untuk tahun ini, sudah kita hasilkan Rp34 miliar,” papar Iswanto.

Kendati demikian, dirinya belum mematok target khusus untuk pendapatan dari jasa  Laboratorium Kalibrasi. Terutama untuk menyumbang pendapatan tahun ini.

“Target tahun ini belum kita budgetkan. Tahun depan mungkin (sudah ada pemasukan) tetapi kita masih pada orientasi pasar,” kata Iswanto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt phapros tbk
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top