Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lokalisasi Desain Produk Elektronika Terbatas

Produsen elektronika mengaku pengembangan produk yang mengacu kepada karakter konsumen lokal terbatas. Pasalnya mayoritas produk yang dikembangkan dipasarkan untuk skala global.
Penjualan produk elektronika/JIBI
Penjualan produk elektronika/JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Produsen elektronika mengaku pengembangan produk yang mengacu kepada karakter konsumen lokal terbatas. Pasalnya mayoritas produk yang dikembangkan dipasarkan untuk skala global.

Direktur Penjualan PT LG Electronics Indonesia Budi Setiawan menyatakan pihaknya menyambut baik peraturan menteri perindustrian (permenperin) soal perhitungan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) produk elektronika dan telematika.

"Kami kembangkan desain yang mengacu kepada permintaan konsumen lokal," katanya kepada Bisnis, Kamis (25/9/2014).

Kebutuhan konsumen domestik jelas memengaruhi produk yang akan dipasarkan demikian pula bagi LG. Apalagi sekarang ini 70% penjualan terserap di dalam negeri. Sementara 30% lainnya dijual keluar negeri alias ekspor.

Oleh karena itu LG turut memasukkan karakter konsumen elektronika domestik dalam pengembangan produk. Sejumlah produk bahkan dirancang khusus mengikuti keinginan pasar Indonesia dan sempat menjadi barang terlaris.

Budi mencontohkan salah yang pengembangan yang dilakukan terkait kebutuhan konsumen lokal untuk melindungi diri dan keluarga dari wabah demam berdarah. LG membuat pendingin ruangan yang bisa mengurangi potensi gigitan nyamuk demam berdarah. Produk ini bahkan laku di pasar ekspor.

"Kami siapkan AC [air conditioner] yang bisa kurangi efek itu digigit nyamuk DBD, ini untuk melindungi. Fitur ini lahir dari keinginan orang indonesia," ucapnya.

TKDN tertinggi produk LG yang dirakit melalui fasilitas produksi di Tanah Air ada pada mesin cuci, kulkas, dan AC mencapai 80%. Sedangkan televisi apalagi yang berteknologi tinggi seperti tipe Ultra HD konten lokalnya hanya 20% - 30%.

Produk berteknologi tinggi hampir semua komponennya diimpor untuk memenuhi skala keekonomian. Selain industri komponen lokal belum dapat memenuhi kebutuhan perakitan,pangsa pasarnya sendiri terbatas di level masyarakat kelas atas.

"Kami siap mendorong aspek pengembangan produk karena kami sudah punya tim research and development [R&D] di setiap produk," ucap Budi.

Seluruh produk elektronika LG dirakit di Tanah Air, yaitu televisi, mesin cuci, AC, dan kulkas. Seiring perkembangan minat beli konsumen ada beberapa barang yang tidak diproduksi lagi di dalam negeri, seperti televisi layar cembung dan kulkas satu pintu.

Menurut Budi, produk elektronika yang sudah dimanufaktur lokal tidak akan kehilangan pamor manakala Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) berlangsung mulai akhir 2015. Salah satu keunggulan ialah harga yang kompetitif ditekan karena perakitannya di dalam negeri.

Selain itu adalah keunggulan dari sisi layanan purna jual. Produk elektronika yang dirakit di dalam negeri pada umumnya memiliki jaringan distributor resmi dan layanan perbaikan lebih menyeluruh dan mudah dijangkau konsumen.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dini Hariyanti
Editor : Ismail Fahmi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper