Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TAX HOLIDAY, Menperin Usul Tak Perlu Persetujuan Presiden

Kementerian Perindustrian menilai pemberian tax holiday ke depan tidak perlu lapor ke presiden. Saat ini pemerintah memang tengah merampingkan prosedur pengajuan insentif tersebut.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 10 September 2014  |  21:00 WIB
TAX HOLIDAY, Menperin Usul Tak Perlu Persetujuan Presiden
Menperin M.S. Hidayat - bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian menilai pemberian tax holiday ke depan tidak perlu lapor ke presiden. Saat ini pemerintah memang tengah merampingkan prosedur pengajuan insentif tersebut.

Menteri Perindustrian M.S. Hidayat menyatakan presiden sendiri mempertanyakan lambatnya proses persetujuan pembebasan pajak berjangka waktu tertentu (tax holiday).

“Atas dasar pertanyaan itu saya perkirakan ke depan tidak perlu lagi lapor ke presiden,” katanya, di Jakarta, Rabu (10/9/2014).

Kebijakan insentif fiskal tax holiday dipayungi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK.011/2011, berakhir pada 15 Agustus 2014. Fasilitas perpajakan tersebut diperpanjang hingga setahun ke depan.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama beberapa instansi pemerintah lain termasuk Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengevaluasi prosedur pengajuan tax holiday.

Konsultasi kepada presiden dan Kementerian Koordinator Perekonomian kerap penyebab utama lambatnya permohonan disetujui.

Konsultasi tersebut dilakukan untuk mendapatkan justifikasi. Kewenangan untuk memutuskan sejatinya tetap di tangan Kementerian Keuangan.

“Yang penting proses yang dianggap ketak di Kemenkeu bisa diperlonggar,” ucap Hidayat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur presiden tax holiday insentif fiskal
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top