Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurang Laku, Tarif Hotel di Jabodebek & Banten Tetap Naik Pada Kuartal I/2014

Kendati mengalami penurunan tingkat okupansi, tarif hotel di Jabodebek dan Banten masih mengalami peningkatan.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 12 Mei 2014  |  19:54 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kendati mengalami penurunan tingkat okupansi, tarif hotel di Jabodebek dan Banten masih mengalami peningkatan.

Hasil survei Bank Indonesia mengenai perkembangan properti komersial pada kuartal I/2014 menunjukkan kenaikan itu terutama dipicu oleh peningkatan tarif kamar hotel bintang 5 di kawasan prime Jakarta.

Laporan tersebut menjelaskan pada kuartal tersebut pasokan hotel bintang 3, 4 dan 5 di Jabodebek mencapai 27.538 kamar dengan beroperasinya Hotel Holiday Inn Express di kelas hotel bintang 3.

Jumlah tersebut meningkat 0,37% (quartal-to-quartal) atau 3,82% (year-on-year).

Namun, tingkat okupansi justru mengalami perlambatan pertumbuhan -9,69% (q-t-q) atau 4,33% (y-o-y) akibat faktor musiman (low season) di awal tahun setelah peak season di akhir tahun 2013.

“Penurunan tingkat okupansi hotel dipicu peningkatan pasokan serta telah berakhirnya peak season di akhir tahun,” ungkap laporan tersebut, seperti dilansir situs resmi BI, Senin (12/5/2014).

Walaupun begitu, tarif kamar hotel di jabodebek pada kuartal I/2014 meningkat sebesar 5,90% (q-t-q) atau 5,43% (y-o-y).

Peningkatan itu, terutama terjadi pada segmen hotel bintang 5 di kawasan prime Jakarta, seperti Hotel Mulia, Grand Hyatt dan Hotel Pullman.

Sementara itu, wilayah Banten juga mengalami peningkatan pasokan hotel, yakni sebesar 8,97% (q-t-q) atau 41,99% (y-o-y) dengan beroperasinya Hotel Novotel di kawasan superblok Tangerang City.

Kendati begitu, tingkat hunian hotel di wilayah itu juga mengalami penurunan.

“Faktor musiman yang berdampak pada penurunan tingkat hunian hotel juga terjadi di wilayah Banten. Pada periode ini, tingkat okupansi tercatat mengalami kontraksi sebesar -3,14% (q-t-q) atau tumbuh melambat sebesar 6,49% dibandingkan tahun lalu,” ungkap laporan tersebut.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

okupansi hotel tarif hotel properti hotel
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top