Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Triwulan I, Pembangunan Infrastruktur MP3EI capai Rp397,73 Triliun

Hingga Triwulan I/2014, realisasi sektor infrastruktur proyek Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) capai Rp397,73 triliun.
Kurniawan A. Wicaksono
Kurniawan A. Wicaksono - Bisnis.com 08 Mei 2014  |  17:52 WIB
Ilustrasi proyek MP3EI. Pembangunan infrastruktur capai Rp397,73 Triliun - JIBI
Ilustrasi proyek MP3EI. Pembangunan infrastruktur capai Rp397,73 Triliun - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA --Hingga Triwulan I/2014, realisasi sektor infrastruktur proyek Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) capai Rp397,73 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan groundbreaking sektor infrastruktur paling besar berasal dari BUMN (Rp153,232triliun), sedangkan yang paling kecil dari swasta (Rp53,89triliun).

“BUMN paling besar. APBN sebesar Rp131,67 triliun dan campuran [BUMN dan swasta] sebesar Rp89,172 triliun,” katanya seusai rapat koordinasi di Jakarta, Kamis (8/5/2014).

Dilihat dari daerah persebarannya, Pulau Jawa dengan 32 proyek paling banyak menyerap dana realisasi sektor infrastruktur, yakni Rp217,7 triliun. Selain itu, sebanyak 47 proyek berada di Kalimantan, 40 proyek di Sumatra, 33 proyek di Papua dan Maluku, 28 proyek di Bali dan Nusa Tenggara serta 24 proyek di Sulawesi.

"Porsi Jawa yang biasanya 50%-70% mulai menyusut sekarang. Sudah terdorong luar Jawa. Setelah selesainya rel double track, pelabuhan-pelabuhan, dan jalan tol, maka dipastikan investasi infrastruktur akan terdorong di luar Jawa, dan porsinya akan sangat besar," ujar Hatta.

 

Sumber Dana Realisasi

Asal

Sektor Infrastruktur (triliun)

APBN

131,67

BUMN

153,232

SWASTA

53,89

CAMPURAN

89,172

Sumber: hasil konferensi pers, diolah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mp3ei 2014
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top