Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenperin Pesimistis Caterpillar Dapat Tax Holiday

PT Caterpillar Indonesia Batam dinilai sulit mendapatkan insentif berupa fasilitas pembebasan pajak dengan jangka waktu tertentu (tax holiday). Mengapa?
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 07 Mei 2014  |  15:22 WIB
Kemenperin Pesimistis Caterpillar Dapat Tax Holiday
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menilai PT Caterpillar Indonesia Batam, anak usaha Caterpillar Inc perusahaan alat berat terbesar Amerika Serikat, sulit untuk mendapatkan insentif berupa fasilitas pembebasan pajak dengan jangka waktu tertentu (tax holiday).

Kepala Badan Pengkajian Iklim dan Mutu Industri (BP KIMI) Kementerian Perindustrian Arryanto Sagala mengatakan proses pengajuan permohonan fasilitas tax holiday Caterpillar baru akan dikirimkan ke Kementerian Keuangan. Hal ini dilakukan setelah Kemenperin mengevaluasinya terlebih dahulu.

“Baru diusulkan ke Kementerian Keuangan. Sebenarnya saya sangsi mereka [Caterpillar] bisa dapat, ini karena local content mereka kecil. Namun, kementerian kami tetap akan mencoba,” kata Arryanto kepada Bisnis, Rabu (7/5/2014).

Badan Pengusahaan Batam mencatat 29 perusahaan AS beroperasi di Batam selama 2006-2013 yang bergerak dalam bidang perdagangan, jasa, industri elektronik, industri minyak dan gas, serta beberapa industri lain.

Saat ini, Caterpillar merealisasikan investasinya senilai US$100 juta-US$200 juta di Batam untuk industri permesinan.

Adapun sektor permesinan menjadi salah satu bidang penerima insentif investasi tax holiday sesuai dengan PMK 130/2011 tentang Pemberian Fasilitas Pembebasan atau Pengurangan Pajak Penghasilan Badan.

Berdasarkan PMK tersebut, ada lima kategori sektor industri yang bisa mendapatkan kemudahan tax holiday, a.l industri logam dasar, industri pengilangan minyak/petrokimia, industri permesinan dan industri bidang sumberdaya terbarukan serta industri peralatan komunikasi.

Sejak beleid tersebut berlaku pada Agustus 2011, baru 3 perusahaan yang mendapatkan persetujuan fasilitas tax holiday.

Ketiga perusahhaan tersebut a.l. PT Petrokimia Butadiene Indonesia dengan investasi US$145 juta dan PT Unilever Oleochemical Indonesia dengan investasi Rp1,2 triliun.

Kemudian, Group Sinar Mas melalui PT Energi Sejahtera Mas dengan investasi Rp3 triliun juga sudah resmi mendapatkan insentif tax holiday dari Kementerian Keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tax holiday caterpillar
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top