Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rute Perintis Pekanbaru-Rengat Bakal Dihapus Akibat Sepi Penumpang

Rute penerbangan perintis Pekanbaru-Rengat yang baru dibuka oleh Kementerian Perhubungan Februari 2014 terancam dihapus seiring dengan penurunan jumlah penumpang (load factor).
Ilustrasi/Bisnis.com
Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, PEKANBARU - Rute penerbangan perintis Pekanbaru-Rengat yang baru dibuka oleh Kementerian Perhubungan Februari 2014 terancam dihapus seiring dengan penurunan jumlah penumpang (load factor).

Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Riau Eddy Sukiatnadi mengatakan dalam sebulan terakhir jumlah penumpang jurusan Rengat terus menurun hingga kurang dari 50%.

“Rute penerbangan ke Rengat pernah sampai kosong, padahal hanya ada 12 tempat duduk. Kemungkinan bisa dihentikan atau dialihkan ke penerbangan lain yang potensial karena hanya menghabiskan anggaran,” kata Eddy kepada Bisnis, Minggu (23/3/2014).

Dia menginginkan pembukaan rute penerbangan pengganti yakni Pekanbaru-Tembilahan. Namun, rute baru tersebut membutuhkan penetapan izin dari Kementerian Perhubungan sehingga hanya bisa mengalihkan ke rute lain.

Eddy menuturkan kemungkinan akan ada penambahan intensitas penerbangan ke rute lain menjadi dua kali. Pihaknya mencatat rata-rata load factor ke tiga rute lain hampir mencapai 90%.

Pada Februari 2014, Dinas Perhubungan Riau membuka empat rute penerbangan perintis pulang-pergi sebagai stimulan bagi penerbangan komersial lain. Keempat rute tersebut antara lain Pekanbaru-Pasir Pangaraian (Kabupaten Rokan Hulu), Pekanbaru-Japura Rengat (Kabupaten Indragiri Hulu), Pekanbaru-Tanjung Balai (Kepulauan Riau), dan Pekanbaru-Dabo (Kepulauan Riau).

Penerbangan yang disubsidi menggunakan anggaran dana dari Kemenhub tersebut dilayani oleh maskapai penerbangan swasta menggunakan pesawat jenis Cessna Grand Caravan C208B berkapasitas 12 penumpang. Adapun, tarif penerbangan bersubsidi yang dikenakan berkisar antara Rp283.300-Rp318.500.

“Kemungkinan realisasi penghentian rute penerbangan ini akan diputuskan pada Agustus mendatang,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Sepudin Zuhri
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper