Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tarif Masuk Taman Wisata Alam Bakal Naik

Kementerian Kehutanan bersiap menaikkan tarif tempat-tempat wisata yang berada di kawasan konservasi seperti taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, cagar alam, suaka margasatwa dan taman buru
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 10 Maret 2014  |  15:14 WIB
Tarif Masuk Taman Wisata Alam Bakal Naik
Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Kehutanan bersiap menaikkan tarif tempat-tempat wisata alam yang berada di kawasan konservasi seperti taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, cagar alam, suaka margasatwa dan taman buru pada pertengahan bulan ini seiring dengan aktifnya PP 12/2014.

Tarif masuk ke lokasi-lokasi yang sebelumnya hanya Rp2.500 akan dinaikkan secara bervariasi menjadi Rp5.000-Rp20.000 bagi wisatawan domestik dan Rp100.000-Rp250.000 bagi wisatawan asing.

“Dengan tarif Rp2.500, ternyata tidak bisa memperbaiki lingkungan yang ada di lokasi. Kita malah tombok. Lagipula, tarif itu masih terlalu kecil untuk turis manca negara, masih murah antara US$10-US$30,” kata Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kemenhut Sonny Partono, Senin (10/3/2014).

Sonny memaparkan, memang pemanfaatan jasa lingkungan atau pariwisata yang berada di lokasi konservasi haruslah dibatasi, meskipun pihaknya dikejar oleh target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) senilai Rp1 triliun pada tahun ini.

Dia mencontohkan Pulau Komodo, pihaknya membatasi setiap tahun maksimal hanya boleh ada 80.000 wisatawan yang berkunjung ke sana. Hal ini, lanjutnya, untuk menjaga agar satwa yang berada lokasi konservasi tetap nyaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisata alam
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top