Pertagas Niaga Pasok 75 MMscfd Gas ke Sei Mangkei

PT Pertamina Gas (Pertagas) Niaga menandatangani Head of Agreement (HoA) penyaluran gas sebanyak 75 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd) ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Sumatra Utara.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 08 November 2013  |  17:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina Gas (Pertagas) Niaga menandatangani Head of Agreement (HoA) penyaluran gas sebanyak 75 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd) ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Sumatra Utara.

Jugi Prajugio, Direktur Utama Pertagas Niaga, mengatakan HoA yang ditandatangani, bersama dengan PT Perkebunan Nusantara III sebagai pengelola Sei Mangkei adalah tindak lanjut dari nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dilakukan 27 Mei 2013.

“Pertagas akan memasok gas hasil regasifikasi Arun 75 MMscfd, dengan 40 MMscfd di antaranya digunakan untuk kebutuhan industri di Sei Mangkei dan 35 MMscfd sisanya akan dipasok untuk kebutuhan pengembang listrik swasta,” katanya di Jakarta, Jumat (8/11).

Jugi menuturkan beberapa industri di Sei Mangkei yang memanfaatkan gas milik Pertagas adalah Samator Group, Procter and Gamble (P&G), dan Unilever Oleochemical.

Sementara itu, penyediaan gas untuk pengembang listrik swasta akan menggunakan skema kerja sama penyediaan gas antara Pertagas Niaga dengan Konsorsium Independent Power Producer (IPP) di Sei Mangkei.

Menurutnya, pengembangan IPP itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan listrik di KEK Sei Mangkei yang mencapai 238 megawatt hingga 25 tahun mendatang. Saat ini, kawasan ekonomi khusus itu baru memiliki pembangkit listrik berbasis biomasa dengan kapasitas 7 megawatt.

Pertamina sendiri masuk menjadi salah satu anggota konsorsium di IPP itu. Hal itu sejalan dengan strategi perseroan untuk mengembangkan bisnis ketenagalistrikan berbasis energi baru dan terbarukan.

Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto mengatakan ketahanan energi di kawasan Sumatra bagian utara terus menjadi sorotan. Pasalnya, tidak terpenuhinya kebutuhan energi di kawasan itu mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan ekonomi.

Dia pun berharap kerja sama penyaluran gas itu bisa berlanjut dengan kerja sama pemanfaatan bersama lahan milik PT Perkebunan Nusantara III untuk penggelaran pipa transmisi gas dari Belawan hingga wilayah KEK Sei Mangkei.

Sebagai bagian dari antisipasi dan tindak lanjut kerjasama ini, Pertamina juga telah melakukan beberapa langkah strategis, di antaranya membangun fasilitas regasifikasi LNG di Arun dan pipa transmisi gas Arun-Belawan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pasokan gas industri, suap skk migas, pt pertamina

Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top