Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

3 Masalah Utama Transportasi yang Menghantui Jakarta. Apa saja?

Bisnis.com, JAKARTA  Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) melihat ada tiga permasalahan utama dalam pengelolaan transportasi di wilayah DKI Jakarta.
Hedwi Prihatmoko
Hedwi Prihatmoko - Bisnis.com 29 Agustus 2013  |  15:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA  Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) melihat ada tiga permasalahan utama dalam pengelolaan transportasi di wilayah DKI Jakarta.

Ketua Umum MTI Danang Parikesit mengatakan dalam lima tahun terakhir, setidaknya ada tiga masalah utama yang harus diselesaikan dalam pengelolaan transportasi Ibukota, yakni pertama, penggunaan angkutan umum oleh masyarakat yang terus menurun.

Kedua, kecepatan perjalanan pada jam-jam sibuk [peak hours] yang juga terus mengalami penurunan. Danang menjelaskan rata-rata kecepatan perjalanan di ibu kota pada jam sibuk sekitar 9 km per jam.

“Jakarta ini bagian dari megapolitan dunia. Untuk lebih kompetitif, kami inginkan travel speed pada saat peak hours sekitar 15-18 km/jam,” katanya di sela acara Forum Bisnis dan Transportasi di Jakarta yang digelar oleh MTI bekerjasama dengan Bisnis Indonesia, Kamis (29/8/2013).

Kemudian masalah ketiga, perbandingan mobilitas antara jam sibuk dan jam non sibuk di DKI tidak merata. Menurutnya, kelemahan-kelemahan pengelolaan transportasi seperti ini akan berujung pada meningkatnya ongkos perjalanan [cost of travel] secara sia-sia.

Selain itu, dia juga mengingatkan tanggung jawab penyelesaian masalah transportasi di Jakarta bukan semata-mata hanya menjadi beban Pemprov DKI.

"Kerja sama dengan pemerintah daerah lain di wilayah-wilayah penyangga Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi wajib diperlukan".

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

masyarakat transportasi indonesia mti danang parikesit
Editor : Yusran Yunus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top