Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi di Industri Hilir Capai US$28,8 Miliar

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian mengintensifkan penghiliran industri berbasis sumber daya alam, baik yang terbarukan maupun tidak terbarukan. Hingga Agustus 2013, realisasi investasi di kedua sektor ini mencapai US$28,8 miliar.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 14 Agustus 2013  |  17:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian mengintensifkan penghiliran industri berbasis sumber daya alam, baik yang terbarukan maupun tidak terbarukan. Hingga Agustus 2013, realisasi investasi di kedua sektor ini mencapai US$28,8 miliar.

Menteri Perindustrian M.S Hidayat mengatakan pertumbuhan industri nonmigas yang cukup tinggi sejak 2011 membawa dampak pada meningkatnya importasi bahan baku dan barang modal, terutama untuk investasi baru.

Hal ini menjadi masalah mendasar yang hingga kini belum bisa terselesaikan. Oleh karena itu, sejak 2012, Kementerian Perindustrian mencanangkan program penguatan struktur industri melalui penghiliran industri berbasis sumber daya alam.

Adapun kebijakan yang diambil pemerintah antara lain memberikan tax holiday bagi industri logam dasar, refinery dan petrokimia, permesinan, telekomunikasi, dan pengolah sumber daya terbarukan.

Kemudian, tax allowance bagi sejumlah sektor industri yang penting, penetapan standar produk dan teknologi, dan pembebasan bea masuk bagi bahan baku dan barang modal yang belum diproduksi di dalam negeri bagi pembangunan investasi baru dan perluasan.

Selain itu, pemerintah memberikan pembinaan dan pengawalan bagi proyek-proyek penting yang sedang dibangun. Sejak 2012 hingga Agustus 2013, total investasi di sektor industri berbasis sumber daya alam terbarukan dan tidak terbarukan mencapai US$28,8 miliar.

Adapun kontribusi paling besar ditopang oleh investasi industri berbasis mineral logam dengan nilai investasi US$17,5 miliar. Kemudian, investasi industri berbasis migas/petrokimia dengan nilai investasi US$8 miliar, industri pengolahan CPO US$3 miliar dan investasi pengolahan kakao US$333 juta.

“Semuanya itu total investasi sejak 2012 hingga sekarang,” kata Hidayat seusai acara Halal Bihalal di Kemenperin, Rabu (14/8/2013).

Adapun untuk mengawal industri mineral, Hidayat mengaku pihaknya sudah memiliki road map-nya. “Tinggal dikordinasikan dengan kementerian yang lain.”

Pemerintah juga mendorong badan usaha milik negara (BUMN) untuk berinvestasi di sektor pengolahan berbasis logam dan mineral dalam negeri guna mempercepat peningkatan daya saing industri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi petrokimia tax holiday menperin ms hidayat sumber daya alam logam dasar industri hilir
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top