Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pertumbuhan Penjualan Elekronika Semester I tak Capai Target

Bisnis.com, JAKARTA--Pertumbuhan nilai penjualan produk elektronik di dalam negeri sepanjang semester I/2013 tidak mencapai target 15%. Adapun, omzet penjualan hanya mencapai Rp16 triliun atau tumbuh 14% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.Ketua
Febrany D. A. Putri
Febrany D. A. Putri - Bisnis.com 29 Juli 2013  |  17:48 WIB
Pertumbuhan Penjualan Elekronika  Semester I tak Capai Target
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Pertumbuhan nilai penjualan produk elektronik di dalam negeri sepanjang semester I/2013 tidak mencapai target 15%. Adapun, omzet penjualan hanya mencapai Rp16 triliun atau tumbuh 14% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Ketua Electronic Marketeers Club (EMC) Rudyanto menyebutkan penurunan ini disebabkan penjualan elektronik sudah terkena imbas rendahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan penaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Nilai penjualan elektronik sepanjang paruh pertama tahun ini didominasi oleh penjualan televisi senilai Rp6 triliun, disusul oleh penjualan kulkas senilai Rp3,3 triliun dan pendingin ruangan (AC) senilai Rp2,5 triliun.

"Untuk televisi, meski masih tertinggi penjualannya, tapi sebenarnya turun jika dibandingkan dengan semester I/2012," ujar Rudyanto kepada Bisnis pada Senin (29/7/2013.

Adapun, penjualan televisi menurun 3% dibandingkan tahun lalu. Penjualan televisi didominasi oleh teknologi light emitting diode (LED), sementara penjualan televisi tabung (CRT) menurun 11% dibandingkan semester I/2012. Meski demikian, penjualan kulkas tumbuh 15%.

Nilai penjualan yang tak mencapai target pun membuat khawatir Rudyanto. Dia memproyeksikan jika nilai tukar terus melemah, nilai penjualan pada semester II/2013 bisa menurun dan kembali tak mencapai target semula yakni 15%.

Penurunan penjualan, kata Rudyanto, telah terjadi mulai Juli meski belum dapat menyebutkan persentase penurunan. Dia memprediksikan penjualan paling rendah akan terjadi pada Agustus tahun ini. Apalagi harga produk elektronik rata-rata telah naik 5% akibat harga komponen dan BBM untuk distribusi yang juga meningkat.

"Agustus liburnya cukup panjang, pabrik juga libur dan produksi pun menurun. Belum lagi akibat harga naik, masyarakat menjadikan elektronik bukan sebagai salah satu prioritas. Saya belum tahu apakah penjualan akan kembali seperti yang kami harapkan," pungkas Rudyanto.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penjualan elektronika semester i
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top