Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENGHEMATAN BBM: Kapal Laut Didorong Pakai BBG

BISNIS.COM, JAKARTA--Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyasar penggunaan bahan bakar gas (BBG) untuk kapal laut, sehingga dapat melakukan penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih besar.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 07 Mei 2013  |  12:57 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyasar penggunaan bahan bakar gas (BBG) untuk kapal laut, sehingga dapat melakukan penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih besar.

Edi Hermantoro, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, mengatakan penghematan konsumsi BBM akan lebih besar jika konversi diterapkan pada kapal laut. Pasalnya, satu unit kapal laut dapat menghabiskan sekitar 5.000 liter untuk sekali pengisian bahan bakar.

“Penghematannya dapat berbeda jauh loh. Sekali mengisi BBM, kapal laut dapat menghabiskan 5.000 liter. Bayangkan kalau kapal laut memakai LNG [liquefied natural gas] atau CNG [compressed natural gas], kan lumayan penghematannya,” katanya di Jakarta, Selasa (7/5).

Saat ini, Pemerintah telah mengeluarkan Permen ESDM No. 1/2013 yang melarang penggunaan BBM bersubsidi untuk transportasi laut berupa kapal barang nonperintis dan nonpelayaran rakyat. Aturan tersebut dikeluarkan bersamaan dengan larangan penggunaan BBM subsidi untuk mobil barang kegiatan perkebunan, pertambangan dan kehutanan.

Dengan munculnya Permen ESDM No. 1/2013 itu Kementerian ESDM memperkirakan akan menghemat 921.001 kilo liter per tahun. Jumlah tersebut diperoleh jika 344.823 transportasi laut berupa kapal barang nonperintis dan nonpelayaran rakyat dilarang untuk menggunakan solar bersubsidi.

Penggunaan LNG untuk transportasi laut, lanjut Edi, sudah dilakukan oleh sejumlah negara di Eropa dan berhasil dengan baik. Proses konversi itu juga tidak perlu mengganti mesin kapal, karena bahan bakar yang digunakan nantinya merupakan kombinasi LNG dengan solar.

Saat ini, Pemerintah juga tengah menjajaki pemanfaatan BBG untuk kapal operasi migas dan kapal laut nonperintis. Salah satu kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) juga telah mengerjakan rancangan mesin kapal yang dapat menggunakan BBM dan BBG, sehingga dapat menjadi pilot project dari program itu.

Untuk memuluskan program tersebut, Kementerian ESDM mempertimbangkan usulan untuk membangun SPBG di tengah laut dan dekat dermaga. Selain itu, akan disiapkan bengkel-bengkel kapal laut yang dapat melakukan perawatan mesin kapal itu. (sep)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengendalian bbm konversi bbg
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top