Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

REL GANDA : Pembangunan Elevated Track Telan Rp3,05 Triliun

BISNIS.COM, SEMARANG -- Rencana pembangunan jalur rel kereta api ganda layang (elevated track) di Kota Semarang, diperkirakan bakal menelan anggaran mencapai Rp3,05 triliun dan akan dikerjakan dalam kurun waktu tiga tahun mendatang hingga selesai dan
Endot Briliantono
Endot Briliantono - Bisnis.com 27 Maret 2013  |  20:09 WIB

BISNIS.COM, SEMARANG -- Rencana pembangunan jalur rel kereta api ganda layang (elevated track) di Kota Semarang, diperkirakan bakal menelan anggaran mencapai Rp3,05 triliun dan akan dikerjakan dalam kurun waktu tiga tahun mendatang hingga selesai dan beroperasi penuh 2016.

Kepala Satker Jalur Ganda Semarang-Bojonegoro Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hendi Setiono mengatakan anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan fisik elevated track pada awalnya secara kasar hanya diperkirakan mencapai Rp2,46 triliun, namun dalam perkembangannnya seiring selesainya penyususnan detailed enginering design (DED)-nya nanti diprediksikan bakal memerlukan dana Rp3,05 triliun.
 
“Secara pasti kebutuhan anggarannnya belum diketahui, saat ini masih proses penyelesaian penyusunan DED, dan diperkirakan anggarannya mencapai Rp3,05 triliun, masih bisa naik atau turun. Namun, dana itu baru hanya untuk pembangunan fisik saja, belum ditambah pembebasan lahan,” tuturnya kepada Bisnis, Rabu (27/3/2013).
 
Pihaknya mengaku segera mengajukan permintaan persetujuan anggaran itu kepada DPR RI pada Juni mendatang, seiring selesainya penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pada tahun ini.
 
“Kami harapkan DED selesai pada November 2013, lalu memasuki tahap berikutnya yakni penataan sepur di Stasiun Alas Tuo Semarang dan pembangunan jembatan kereta ganda layang cable stay dengan bentang 100 meter di Banjir Kanal Barat pada 2014, lalu 2015 meninggikan stasiun Tawang dan Poncol, dan lainnya,” tuturnya.
 
Pengamat Transportasi Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno mengatakan dengan pembangunan elevated track itu akan memberikan dampak perekonomian jauh lebih besar dibandingan besarnya angggaran yang dibutuhkan tersebut.
 
“Secara total penghematan bisa mencapai Rp143,019 triliun selama 50 tahun ke depan, dengan rincian dari aspek keselamatan Rp1,033 triliun, aspek operasional Rp1,057 triliun, peninggian rel Rp60 miliar, dan dampak kemacetan lalu lintas Rp140,869 triliun. Belum lagi dilihat manfaat dari sisi sosial dan lingkungan,” tuturnya.
 
Apalagi, lanjutnya selain pembangunan elevated track tersebut, juga direncanakan menghidupkan kembali jalur KA ke Pelabuhan Tanjung Emas, pembangunan Stasiun KA Barang di Stasiun Mangkang atau Stasiun Brumbung atau keduanya, mengingat kawasan industri di kawasan Barat Kota Semarang cukup banyak.
 
Sementara Stasiun Brumbung di sebelah timur juga berdekatan dengan jalan raya, memudahkan perpindahan antar moda transportasi dari KA barang ke truk atau sebaliknya.
 
Selain itu, lanjutnya pengoperasian KA bandara, setelah terminal Bandara Internasional Ahmad Yani selesai dikembangkan, maka perlu dihubungkan jalur KA bandara ke jalur KA ganda layang, misalnya disediakan pemberhentian atau stasiun di Madukoro untuk melayani KA Bandara yang bisa berupa kereta ringan seperti monorel.
 
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono mengatakan apabila proyek tersebut dapat diwujudkan, berarti keberpihakan pemerintah pada pemenuhan kebutuhan sarana prsarana transportasi masal dan keselamatan masyarakat semakin terlihat.
 
“Kami harapkan ini benar-benar dapat segera terwujud, apalagi proyek jalur KA ganda layang yang membentang dari Kalibanteng hingga Kaligawe dan menurun di Alastua sepanjang 8,2 km ini dibangun demi mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas dan penurunan tanah yang semakin parah di Semarang,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangunan rel layang dobel track rel ganda

Sumber : Puput Ady Sukarno

Editor : Others

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top