Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PELABUHAN KALIBARU: Pelindo II Klaim Peroleh US$1,1 Miliar dari Mitsui

BISNIS.COM, JAKARTA -- PT Pelindo II mengklaim akan memperoleh pendapatan jasa sewa terminal 1 Pelabuhan Kalibaru New Priok Jakarta senilai US$1,1 miliar dari Mitsui.Direktur Utama PT Pelindo II RJ. Lino mengatakan dengan menyerahkan operasional terminal
Berliana Elisabeth
Berliana Elisabeth - Bisnis.com 21 Maret 2013  |  18:17 WIB
PELABUHAN KALIBARU: Pelindo II Klaim Peroleh US$1,1 Miliar dari Mitsui

BISNIS.COM, JAKARTA -- PT Pelindo II mengklaim akan memperoleh pendapatan jasa sewa terminal 1 Pelabuhan Kalibaru New Priok Jakarta senilai US$1,1 miliar dari Mitsui.

Direktur Utama PT Pelindo II RJ. Lino mengatakan dengan menyerahkan operasional terminal 1 Pelabuhan Kalibaru New Priok kepada pihak lain, yakni Mitsui sebagai pemenang tender, pihaknya akan mendapatkan pendapatan jasa sewa terminal.

"Kami perkirakan, dari pendapatan sewa saja, kami peroleh US$1,1 miliar selama 25 tahun dari Mitsui selaku pengelola terminal 1 Kalibaru, selain itu kami juga mendapatkan manfaat lainnya dari keberadaan Mitsui ini," kata Lino, Kamis (21/3/2013).

Dia menjelaskan manfaat lainnya keberadaan Mitsui Co Ltd, perusahaan pelayaran asal Jepang, sebagai pengelola terminal 1 Kalibaru, sekaligus turut dalam pembiayaan terminal tersebut, akan sangat membantu pendanaan maupun efisiensi di pelabuhan.

Soal efisiensi ini, lanjut Lino, terkait dengan keberadaan kapal besar milik Mitsui untuk dilabuhkan di terminal 1 Kalibaru.

Soal pendanaan, imbuhnya, Pelindo II memang membutuhkan bantuan pendanaan. Mitsui akan turut mendanai pembangunan terminal 1 Kalibaru ini. Keuangan Pelindo II tidak mencukupi untuk membiayai pembangunan terminal I.

"Total aset kami itu Rp12 triliun, Ebitda US$250 juta, sedangkan proyek Kalibaru senilai Rp24 miliar, mana mungkin dari biaya sendiri, maka perlu bantuan pihak lain," kata Lino.

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby R. Mamahit mengatakan sebagai regulator, pihaknya akan turut mendukung demi kemajuan pembangunan proyek berskala nasional ini.

"Melalui UU No.17/2008 tentang Pelayaran, kita sepakat dipisahkan peran operator dan regulator. Gimana caranya, yakni operator pelabuhan kita dukung, contohnya soal pembangunan terminal Pelabuhan Kalibaru New Priok, yang didalamnya terjadi sinergi antara otoritas pelabuhan dan Pelindo II. Kita kedepan berupaya sinergi, ini untuk nasional," tutur Bobby.

Terminal Pelabuhan Kalibaru akan dibangun dua tahap dengan masa konsesi selama 70 tahun dan opsi 25 tahun. Pada tahap pertama akan dibangun tiga terminal peti kemas dan dua terminal produk (curah cair/BBM/gas) dengan daya tampung sebanyak 4,5 juta TEUs. Biaya pembangunan tahap pertama termasuk peralatan dan pengadaan barang mencapai Rp24 triliun.
 
Berdasarkan Peraturan Presiden No 36/2012, pengoperasian tahap pertama ini direncanakan sudah dilakukan secara bertahap mulai 2014 untuk terminal 1. Tahapan penyelesaian konstruksi terminal petikemas 2 dan 3 masing-masing dijadwalkan pada 2016 dan 2017.
 
Tahap kedua pembangunan terminal Pelabuhan Kalibaru NewPriok ini terdiri atas empat terminal petikemas. Pembangunan tahap kedua dilakukan apabila utilisasi di tahap pertama telah mencapai 70%-80%. Total kapasitas pelabuhan baru ini diperkirakan mencapai 20 juta TEUs.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan kalibaru pelindo ii mitsui pendapatan sewa rj lino
Editor : Others

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top