Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KEN Sarankan Perombakan Tata Niaga & Sistem Produksi Tani

BISNIS.COM, JAKARTA—Komite Ekonomi Nasional menyarankan perombakan total tata niaga dan pola produksi pertanian untuk menghindari gejolak harga komoditas.Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung mengatakan pemerintah harus menata ulang
Fajar Sidik
Fajar Sidik - Bisnis.com 13 Maret 2013  |  12:40 WIB
KEN Sarankan Perombakan Tata Niaga & Sistem Produksi Tani
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA—Komite Ekonomi Nasional menyarankan perombakan total tata niaga dan pola produksi pertanian untuk menghindari gejolak harga komoditas.

Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung mengatakan pemerintah harus menata ulang sistem kontrol harga agar sesuai dengan tingkat konsumsi saat ini.

“Filosofinya ada beberapa mekanisme terkait dengan tata niaga, terkait [hubungan antara] mekanisme impor dengan produksi petani,” katanya di Kantor Presiden, Rabu (13/3/2013).

Dia menjelaskan permintaan atas produk pangan naik sangat tinggi dalam beberapa tahun terakhir akibat penguatan daya beli masyarakat. Lonjakan konsumsi tersebut berbanding terbalik dengan kapasitas produksi petani yang cenderung stagnan.

Petani Indonesia, lanjut Chairul, saat ini cenderung memilih menanam komoditas pertanian bernilai tambah tinggi. Kecenderungan itu menyebabkan penurunan minat untuk menanam beberapa komoditas, termasuk bawang,

“[Karena] kurang [diminati], terjadi disparitas karena konsumsi meningkat untuk sebuah produk sementara produksinya bermasalah,” jelasnya.

Selain itu, Chairul mengatakan produksi pertanian juga tertekan oleh perbedaan antara musim panen dan musim konsumsi untuk produk-produk tertentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chairul tanjung ken

Sumber : Demis Rizky Gosta

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top