Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPR: Suku Bunga Rumah Subsidi Bisa 2%-3%

BISNIS.COM,JAKARTA -- Suku bunga kredit pemilikan rumah bersubsidi dapat ditekan menjadi sekitar 2%-3% jika skema tabungan perumahan rakyat yang diusulkan pengembang disetujui.Teguh Satria, Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Persatuan Perusahaan Real
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 06 Maret 2013  |  15:06 WIB

BISNIS.COM,JAKARTA -- Suku bunga kredit pemilikan rumah bersubsidi dapat ditekan menjadi sekitar 2%-3% jika skema tabungan perumahan rakyat yang diusulkan pengembang disetujui.

Teguh Satria, Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI), mengatakan bunga tersebut untuk menutupi biaya overhead pihak bank dan risiko mereka ketika menyalurkan kredit.

"Dana yang disalurkan pihak bank (untuk KPR bersubsidi)semuanya berasal dari yang dihimpun lewat Tapera tadi, sehingga bank cuma menanggung biaya administrasi, overhead cost, dan risiko kredit karena tenornya panjang," ujarnya usai rapat dengar pendapat dengan DPR soal RUU Tapera, Rabu (6/3).

Dalam skema yang diusulkan REI, pungutan TAPERA dilakukan terhadap semua WNI yang sudah berpenghasilan di atas kriteria Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), termasuk presiden. Pemberi kerja juga terkena pungutan tersebut dengan persentase yang sama yakni 1%.

Dengan skema ini, diperkirakan negara mampu menghimpun dana sekitar Rp24, 7 triliun. Dari jumlah tersebut, jika pihak bank menginginkan biaya penyaluran, maka bisa diberikan 1% atau sekitar Rp240 miliar. (bas)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpr rumah rei sukubunga

Sumber : Bunga Citra Arum

Editor : Others

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top