Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mendag Bertemu Dubes AS, Diskusi Agar Tak Kena Tambahan Tarif Trump

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut pemerintah harus tetap menjaga pasar AS yang sudah masuk ke Indonesia.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat ditemui Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Jumat (7/3/2025). —Bisnis/Rika Anggraeni
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat ditemui Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Jumat (7/3/2025). —Bisnis/Rika Anggraeni

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah bertemu Duta Besar (Dubes) AS untuk membahas mitigasi kebijakan tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut pemerintah harus tetap menjaga pasar AS yang sudah masuk ke Indonesia. Dengan begitu, akses pasar Indonesia ke AS juga tidak akan diganggu.

“Tadi kami sudah berdiskusi panjang lebar dengan Dubes AS. Komunikasi kita dengan AS mungkin tidak seefektif komunikasi kita misalnya dengan Jepang atau negara Asean, sehingga kami tadi sampaikan jangan sampai ada isu-isu negatif tentang Indonesia, tentang investasi, tentang perdagangan,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (7/3/2025).

Adapun dalam waktu dekat, Budi mengeklaim Kemendag akan melakukan pertemuan bisnis dengan pelaku usaha lokal dan AS agar terdapat kesamaan persepsi. Dengan demikian, Indonesia tidak terkena dampak dari kebijakan tarif Trump.

“Jangan sampai nanti yang muncul justru isu-isu negatif, terus akhirnya kita dapat imbas dari kebijakan Trump,” ujarnya.

Budi juga menyebut Dubes AS sepakat kedua negara tetap menjaga hubungan dengan baik, sehingga Indonesia tidak terdampak dari kebijakan Trump. Lebih jauh, perdagangan Indonesia ke AS, begitu pun sebaliknya, akan semakin mesra.

“Mudah-mudahan sih enggak [terdampak kebijakan tarif Trump], ya. Tadi kami sih optimis dengan Dubes optimis,” tuturnya.

Di sisi lain, Budi menyebut pemerintah tidak akan memperluas impor China di pasar Tanah Air. Pasalnya, menurut dia, pemerintah harus menjaga pasar dalam negeri. “Kita enggak mau juga ada serbuan-serbuan produk asing. Defisit kita besar dengan China,” tuturnya.

Halaman
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper