Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan telah memproses persetujuan izin impor gula kristal mentah (GKM) atau sugar raw sebanyak 200.000 ton.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan persetujuan impor (PI) untuk 200.000 ton GKM sudah diproses. Adapun, perusahaan yang melakukan importasi komoditas ini adalah BUMN Pangan, yakni ID Food.
Budi menjelaskan, importasi ratusan ribu ton GKM ini sudah diputuskan dari hasil rapat koordinasi terbatas (rakortas). Dia memastikan importasi 200.000 ton GKM hanya diperuntukkan sebagai cadangan pangan pemerintah (CPP).
“[PI 200.000 ton GKM] sudah diproses. Jadi ini hanya untuk cadangan pangan pemerintah yang gula itu, kita kan produksinya cukup. GKM untuk diubah, jadi bukan GKP [gula kristal putih] yang kita impor,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (7/3/2025).
Sayangnya, Budi tidak membeberkan asal negara importasi 200.000 ton GKM. “Nanti saya cek [dari negara mana saja],” imbuhnya.
Sebelumnya, Direktur Utama ID Food Sis Apik Wijayanto menyatakan perusahaan mendapatkan penugasan untuk melakukan importasi 200.000 ton GKM untuk stok CPP.
Baca Juga
Kala itu, Sis Apik mengatakan bahwa persetujuan impor gula GKM masih dalam proses. “Sedang proses [persetujuan impor], ID Food yang mengimpor 200.000 ton GKM. Kita harapkan segera [masuk ke Indonesia],” kata Sis saat ditemui seusai konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (27/2/2025).
Dia berharap impor GKM ini akan masuk ke Indonesia secara bertahap paling lambat di awal Mei 2025 mendatang.
“Paling nggak itu untuk cadangan pangan pemerintah bisa segera sampai 1 Mei 2025. Mungkin kalau bisa 200.000 ton, kalau nggak bisa [dilakukan] bertahap. Paling lambat sebelum 1 Mei datangnya,” ungkapnya.
Di sisi lain, ID Food juga tengah mencari negara asal impor gula dengan harga yang terjangkau. Terlebih, produksi dalam negeri akan mulai menggiling tebu sekitar Mei dan ID Food berkomitmen menjaga harga di tingkat petani agar tidak jatuh.
“Kami saat ini melakukan juga negosiasi [GKM] dari beberapa sumber, mana-mana yang kira-kira available dan harganya juga tidak mahal. Jadi harapannya adalah pada saatnya nanti, harga juga tidak bergejolak,” ujarnya.
Dalam catatan Bisnis, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menargetkan 200.000 ton GKM impor bisa masuk ke Indonesia sebelum masa panen tebu lokal pada periode April—Mei 2025.
“April Mei itu tebu lokal panen, fokus tebu lokal. Jadi jangan sampai nanti ada impor [200.000 ton GKM], tebu lokal harganya rendah,” ujar Arief di Kantor Bapanas, Jakarta, Rabu (19/2/2025).
Untuk itu, Bapanas mendorong kementerian teknis atau Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk segera mengeluarkan rekomendasi teknis (rekomtek) importasi sehingga Kemendag dapat mengeluarkan persetujuan impor gula.
Adapun, alasan rekomtek berada di kementerian teknis untuk mendorong produksi dalam negeri. “Kalau produksi dalam negeri sudah naik, maka impor harus diturunin. Kalau poduksi jatuh maka perlu naikin impor, rekomendasinya kementerian teknis,” tandasnya.