Iwan menyebut, pertimbangan perusahaan untuk menawarkan fase-fase tersebut adalah untuk meningkatkan Integrasi antarmoda. Proyek-proyek LRT fase 1D, 2A, serta 2B sudah memiliki fasilitas atau moda transportasi lain yang siap diintegrasikan dengan LRT Jakarta.
"Masterplan transportasi itu nyawa utamanya adalah integrasi, jadi fase-fase itu dulu yang menjadi utama. Tujuannya agar nanti bisa terintegrasi dengan moda-moda lain," jelas Iwan di Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Dia menjelaskan, melalui jalur-jalur pada fase tersebut, mobilitas masyarakat nantinya akan semakin tinggi karena proses integrasi yang semakin optimal.
Iwan menuturkan, jalur-jalur LRT Jakarta itu nantinya akan menghubungkan masyarakat ke moda transportasi lain, mulai dari MRT, LRT Jabodebek, TransJakarta, hingga Kereta Cepat WHOOSH.
Dia mengeklaim proyek LRT Jakarta jilid 2 ini cukup diminati oleh para investor. Perusahaan juga menyebut telah menerima ketertarikan dari calon investor luar negeri.
Iwan menuturkan, sejauh ini minat terhadap proyek-proyek tersebut terbilang positif. Dia juga menyebut ada sejumlah calon investor asing yang berminat untuk menggarap fase lanjutan LRT Jakarta ini.
Baca Juga
Meski demikian, Iwan enggan memerinci asal negara para calon investor tersebut. Jakpro masih terus melakukan komunikasi dengan para calon pemodal asing tersebut untuk menindaklanjuti ketertarikannya.
"Komunikasi terus kita lakukan ke pihak global dan investor internasional. Tetapi, ini kan proses yang panjang dan rigid," ujanrya.
Iwan melanjutkan, perusahaan akan terus berupaya mencari pendanaan untuk proyek LRT baik dari investor dalam negeri maupun asing. Skema pendanaan alternatif akan terus diupayakan agar proyek LRT Jakarta ke depannya tidak membebani APBD.