Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kemenhub: Pesawat Garuda Wajib Diperiksa Ketat Usai Mesin Terbakar

Kemenhub memerintahkan Garuda Indonesia untuk memeriksa ketat pesawatnya imbas insiden mesin terbakar saat mengangkut jemaah haji.
Karyawan melakukan perawatan pesawat milik PT Garuda Indonesia di dalam hanggar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Banten, Kamis (30/6/2022). Bloomberg/ Dimas Ardian
Karyawan melakukan perawatan pesawat milik PT Garuda Indonesia di dalam hanggar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Banten, Kamis (30/6/2022). Bloomberg/ Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) untuk memastikan keselamatan dan keamanan pesawat pasca gangguan pada salah satu armadanya Rabu (15/5/2024) kemarin yang mengangkut para calon jemaah Haji.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Garuda Indonesia terkait gangguan ini. Kemenhub pun juga telah meminta maskapai pelat merah tersebut untuk memperketat pemeriksaan kelayakan terbang pesawatnya.

"Kami sudah meminta maskapai untuk juga meningkatkan pemeriksaan yang lebih ketat untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan selama penerbangan haji 2024," jelas Adita saat dikonfirmasi, Kamis (16/5/2024).

Selain itu, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara juga akan meningkatkan pengawasan terhadap operasi penerbangan haji pada setiap embarkasi. Dia memaparkan, Inspektur Keamanan Penerbangan yang bertugas akan memeriksa fisik pesawat 3 jam sebelum waktu keberangkatan.

Adita memperinci, salah satu aspek yang akan diperiksa adalah dokumen riwayat perawatan pesawat. Hal ini dilakukan agar Kemenhub dapat melihat keluhan pilot pada sebuah pesawat dan pemeriksaan yang telah dilakukan teknisi.

Kemudian, inspektur juga akan memverifikasi dokumen tersebut dengan melakukan pemeriksaan mesin pesawat secara visual. Selain itu, mereka juga akan memeriksa kelengkapan dan kelayakan peralatan darurat pada sebuah pesawat serta kesiapan awak kabin dan pilot.

Adapun, Adita mengatakan pesawat haji yang mengalami gangguan tersebut merupakan salah satu armada yang disewa oleh Garuda Indonesia khusus untuk musim penerbangan Haji. Pesawat dengan kode registrasi ER-BOS tersebut hingga saat ini masih menunggu pengiriman mesin baru untuk kemudian dipasangkan.

Dengan status aircraft on ground (AOG) pesawat tersebut, Adita mengatakan Garuda Indonesia sebagai penanggung jawab operasional telah menggantikan pesawat yang bermasalah tersebut.

"Sudah digantikan oleh 1 unit pesawat Boeing B777-300ER berkode PK-GIA dan 1 unit pesawat Airbus A330-200 berkode PK-GPM. Kedua pesawat tersebut sudah diberangkatkan pada hari ini," kata Adita.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, para calon jemaah haji telah diberangkatkan pada Rabu (15/5/2024) malam pukul 22:02 WITA dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Adapun, penerbangan sempat melakukan prosedur return to base (RTB) pascaadanya kendala mesin pesawat yang memerlukan proses pemeriksaaan lebih lanjut.

Irfan mengatakan, para penumpang yang merupakan jemaah Kloter 5 Embarkasi Makassar tersebut kembali melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan armada Boeing 747-400 (ER-TRV). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper